Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM), Johannes Loman mengungkapkan kalau rencana Honda untuk berinvestasi dan membangun pabrik tetap berjalan sesuai rencana semula.
"Saya rasa masyarakat Indonesia sudah mulai dewasa ya, sekarang masyarakat tidak terlalu reaktif kalau ada isu bom," ujarnya di sela-sela peluncuran Revo dan Supra terbaru di The Atrium Ballroom Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (17/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, penjualan motor di bulan Februari 2011 mencapai 613.389 unit (minus pabrikan Kanzen). Jika dirata-rata setidaknya 21.000 lebih unit motor terjual tiap harinya di bulan Februari.
Dari angka itu Honda memimpin pasar dengan menjual 319.954 unit motornya ke konsumen Indonesia. "Maret total motor nasional mungkin bisa sampai 650 ribu," imbuh Loman.
Honda di Indonesia sendiri merupakan Honda yang memiliki pabrik dengan skala bisnis dan industri terbesar di dunia. Tahun ini Honda menargetkan pangsa pasar 52-53 persen atau 4,25 juta motor dari total penjualan motor nasional 8,2 juta motor.
Untuk mencapai target itu, Honda menyiapkan investasi sampai 7,5 miliar yen yang akan digunakan untuk menambahkan line unit untuk skutik di Cikarang. Tidak tanggung-tanggung PT Astra Honda Motor (AHM) akan menambahkan produksi hingga mencapai 2.500-3.000 unit per bulan.
Selain penambahan kapasitas produksi tadi, Honda juga berniat untuk menambah jumlah pekerjanya hingga mencapai 2.500-3.000 orang sesuai dengan seberapa banyak yang akan mereka produksi.
"Rencana masih sesuai jadwal. Tidak ada yang berubah meski disini ada bom dan di Jepang ada tsunami," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB