Seperti dilansir automotive news, Kamis (17/3/2011) BMW memiliki sekitar 750 karyawan yang bermukim di Jepang. Sekitar 50 sudah kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.
Sementara VW memiliki 600 karyawan yang tinggal di negara Asia. Sejauh ini, 30 dari 40 karyawan Jerman sudah meninggalkan Jepang
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
warga meninggalkan Jepang. Begitu juga Prancis.
Juru Bicara Kedutaan Jerman, Mari ShindoΒ mengatakan bahwa sekitar 100 warga
Jerman tinggal di daerah Tohoku, dimana daerah dekat dengan pusat gempa pada
pada 11 Maret lalu.
"Kami sangat tergerak melihat penderitaan mengerikan di daerah-daerah bencana,"
kata Chairman BMW, Norbert Reithofer. "Selama masa sulit ini, pikiran kita
tertuju dan simpati dengan orang-orang Jepang," lanjutnya.
Akibat gempa dan tsunami, industri otomotif di Jepang lumpuh. Ribuan mobil siap
kirim rusak akibat air bah. Dan setidaknya pabrik perakitan mobil rusak. Hal
itu diperparah dengan listrik mati di kota terkena bencana.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB