Saat ini sebuah RUU yang disponsori oleh sembilan senator AS akan menyediakan US$ 60 juta atau sekitar Rp 527 miliar selama lima tahun untuk mempercepat penelitian dan pengembangan perangkat untuk mendeteksi alkohol pada nafas pengemudi.
Dengan begitu di masa depan, diharapkan seluruh mobil yang dijual di Amerika akan mengaplikasi fitur ini. Namun tentu saja para penjual minuman menentang keras rencana ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kesalahan mengingat kadar alkohol yang masih diperbolehkan berada di bawah angka 0,08. Ditakutkan, meski hanya mencicipi sedikit minuman si pengendara akan terdeteksi alat ini.
Namun para pendukung RUU ini mengatakan kalau perangkat pendeteksi alkohol tersebut dapat menyelamatkan ribuan nyawa per tahun. Kepolisian di beberapa negara bagian seperti Texas sendiri sebenarnya sudah menyediakan alat ini, tapi terbatas hanya untuk pihak kepolisian. Alat ini baru digunakan ketika polisi akan menilang pengendara yang diduga mabuk ketika mengemudi.
"Meskipun kami telah membuat kemajuan yang baik selama dekade terakhir dalam mengurangi aktivitas mengemudi dalam keadaan mabuk. (Tapi alkohol) terus menjadi penyebab utama kecelakaan fatal di negara bagian saya, dan di seluruh negeri," ujar Senator AS, Tom Udall yang menjadi salah satu penggagas RUU ini seperti detikOto kutip dari star-telegram, Senin (14/3/2011).
"Peraturan ini akan membantu menjaga warga Amerika aman di jalan dengan memacu pengembangan teknologi baru untuk mencegah dan mudah-mudahan menghilangkan kecelakaan mengemudi dalam keadaan mabuk di masa depan," tambahnya.
Di tahun 2009 sendiri lebih dari 10.800 orang tewas dalam kecelakaan akibat
mabuk. Menurut Udall dari angka itu sekitar 9.000 kematian sebenarnya dapat dicegah dengan teknologi untuk menjaga gangguan pada pengemudi yang duduk di belakang kemudi.
Nama resmi RUU adalah Penelitian Sistem Deteksi Alkohol untuk Menghentikan Kematian yang berhubungan dengan alkohol atau Roads Safe. RUU ini meminta dana hingga US$ 12 juta atau sekitar Rp 105,4 miliar pertahun selama lima tahun untuk melakukan penelitian dan pengembangan alat-alat pendeteksi alkohol.
Dana tersebut nantinya akan diambil dari dana yang ada di Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?