Seperti diketahui, Nissan March di Indonesia sedang menjalani masa bulan madu di mana penjualan mobil ini meningkat drastis melebihi ekspektasi yang dimiliki PT Nissan Motor Indonesia sebagai distributor resmi mobil Nissan di Indonesia.
Namun di tengah bulan madu yang membahagiakan itu muncul berita kalau prinsipal Nissan di Jepang dan Proton di Malaysia melakukan pembicaraan untuk berbagi platform Nissan March.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita belum terlalu khawatir. Kita kan belum tahu bagaimana kesepakatannya," ujar Vice President Director Sales and Marketing PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan kepada detikOto, Jumat (11/3/2011).
"Kerja sama sharing platform kan sesuatu yang biasa. Hanya saja yang perlu menjadi perhatian, apakah nanti mobil sharing itu dipasarkan Proton dimana, kalau cuma buat dipasarkan di Malaysia mah tidak apa-apa," imbuhnya.
"Kayak Inspira, kan cuma buat di Malaysia. Kita juga ada beberapa mobil sharing dengan Suzuki, tapi tidak untuk pasar luar negeri, cuma untuk pasar domestik Jepang saja. Karena itu, kita lihat saja dulu kesepakatan prinsipal kita dengan Malaysia gimana," papar Teddy.
Seperti diberitakan sebelumnya, Proton dan Nissan saat ini sedang melakukan sebuah pembicaraan kerja sama untuk berbagi platform kendaraan. Hal ini kerap kali dilakukan oleh banyak pabrikan termasuk Proton.
Bukan hanya dengan Nissan, sebelumnya Proton juga sudah bekerja sama dengan Lotus yang sahamnya mereka miliki dan Mitsubishi. Bersama Mitsubishi lahirlah Proton Inspira yang merupakan mobil contekan dari Mitsubishi Lancer.
'Proton March' ini pun sudah ditargetkan oleh Proton untuk segera keluar ke pasaran, tahun 2012 dan 2013 menjadi target waktu peluncuran mobil subkompak Nissan dengan emblem Proton tersebut.
Negosiasi mengenai kerja sama antara kedua belah pihak tersebut saat ini sedang dilakukan dan ditargetkan rampung pada 30 April 2011.
Di tangan Proton, tentu saja nama March atau pun Micra akan disingkirkan dan diganti dengan nama dari Proton. Dengan kerja sama berbagi platform ini, Proton pun akan bisa menghemat dana pengembangan hingga US$ 200 juta dan mempercepat pengenalan produk mereka di pasar.
Direktur Proton Dato Haji Syed Zainal Abidin Syed Mohamed Tahir mengatakan kesepakatan itu bisa secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk baru dan melakukan penghematan biaya yang luar biasa dalam hal pengembangan produk.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?