India. Hengkangnya Audi dikarenakan peraturan pemerintah India yang akan
menaikkan pajak impor mobil mewah ke India.
Seperti dilansir The Economic Times, Kamis (10/3/2011) pemerintah India akan menaikkan pajak impor barang mewah ke India sebasar 10 persen dan menjadi 60 persen.
Tentu saja bagi Audi keberatan atas kebijakan pemerintah India itu. Peraturan baru ini telah menjadikan situasi dimana Audi, dipaksa untuk menahan rencana pengembangan mereka di India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kenaikan pajak barang mewah itu diberlakukan paling tidak pajak yang
diterima Audi sebesar Rp 154 juta per unit. Tentu saja akan berimbas pada harga mobil-mobil Audi.
Audi menilai dengan kenaikan pajak tersebut, harga kendaraannya bakal tidak bisa bersaing dengan mobil-mobil lain di India. Tidak hanya Audi melainkan Mercedes-Benz dan BMW juga bakal terkena imbasnya.
Audi sendiri tidak bisa mengelak atas kebijakan itu. Terlebih lokal konten Audi di India mesih kecil. Sebagian besar komponen dan spare part mobil Audi masih impor.
Berbeda dengan mobil-mobil Toyota yang lokal konten mencapai 70 persen.
Sementara mobil India seperti Dzire Maruti atau Manza Tata, yang memiliki 90 sampai 95 persen lokal konten.
Wah jika Audi mundur bagaimana nasib mobil mewah untuk pejabat?
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik