PT Hyundai Mobil Indonesia mengatakan kalau suplai mobil yang memiliki nama lain ix35 ini hanya sebanyak 100 unit perbulan. Padahal permintaan mobil ini mencapai angka 250 unit perbulannya.
"Suplai Tucson macet. Korea cuma kasih 100 unit perbulan, padahal permintaannya sangat tinggi," ungkap Erwin dalam peluncuran 4 mobil baru Hyundai di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Rabu (9/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Erwin mengakui inden Tucson menjadi cukup panjang. Bila ada yang berminat memboyong mobil yang dilengkapi dengan mesin Theta II berkapasitas 2.0 liter, bertenaga 166 PS, yang juga didukung transmisi otomatis 6-speed shiftronic ini, para pembeli harus rela menunggu sampai 2 bulan.
Namun Erwin berjanji kalau tidak lama lagi suplai Tucson akan lebih tinggi. Pihaknya menurut Erwin sudah menyampaikan permintaan ke prinsipal mereka di Korea untuk menambah jumlah suplai jadi 250 unit perbulan mulai bulan Mei mendatang. Di Indonesia, Tucson dilepas dengan harga Rp 287 juta.
Lain Tucson, lain H1. Untuk produk mewahnya ini Hyundai Indonesia menurut Erwin malah sudah bisa mengekspornya.
Negara ekspor pertama yang dituju HMI untuk H1 ada Thailand. "Thailand sudah jalan, sudah 250 unit kita oper kesana. Targetnya 2.000 unit H1 bisa kita ekspor tahun ini," papar Erwin.
Selain Thailand, HMI menurut Erwin juga sedang mengincar Malaysia untuk tujuan ekspor H1 selanjutnya.
"Malaysia mungkin pertengahan tahun. Sementara Vietnam dan Filipina juga kita incar, tapi masalahnya kedua negara itu pakai setir kiri, kita lagi pelajari semuanya. HMI kan jadi base production H1 di Asean," tandasnya.
Sementara untuk di Indonesia, HMI menargetkan akan mampu menjual 2.500 unit H1 di 2011 ini untuk mengenapi total Hyundai untuk seluruh model yang ditargetkan berada
di angka 8.000 unit.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?