Daimler Tak Berniat Bikin Mercy Lebih Murah

Daimler Tak Berniat Bikin Mercy Lebih Murah

- detikOto
Senin, 21 Feb 2011 17:51 WIB
Daimler Tak Berniat Bikin Mercy Lebih Murah
New Delhi - Produsen mobil mewah, Daimler yang memproduksi mobil Mercedes-Benz tidak berniat untuk membuat mobil murah meski perkembangan pasar di beberapa negara berkembang terlihat cukup menggiurkan.

Chairman Daimler, Dieter Zetsche mengatakan kalau perusahaannya sama sekali tidak memikirkan hal itu meski pasar negara berkembang seperti India misalnya sangat berpotensi bagi mereka.

Selain itu Daimler menurut Zetsche tidak ingin mengecilkan nama Daimler maupun Mercedes-Benz dengan membuat sebuah mobil murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami adalah produsen mobil premium, dan sangat sukses di segmen ini. Tidak ada manfaat dengan memperluas ke segmen volume (mobil dengan harga terjangkau). Ketika ekonomi berkembang, ia menawarkan peluang luar biasa," ungkapnya seperti detikOto kutip dari Times of India, Senin (21/2/2011).

Sebelumnya beredar kabar kalau Mercy bakal membangun sebuah mobil murah seharga Rp 311 juta di India. Mercy Indonesia pun akan membuat mobil dengan harga sekitar Rp 300-500 juta.

Di pasar India sendiri Mercedes-Benz baru saja mendapat pukulan. Meski sudah lama menginjakkan kaki di tanah India, lebih lama dari para saingannya seperti BMW dan Audi, Mercedes-Benz ternyata digusur BMW dari puncak singgasana pada tahun 2009 dan 2010 silam.

Keperkasaan BMW pun diprediksi akan makin menguat setelah mereka meluncurkan BMW X1 dengan harga yang lebih terjangkau.

"Persaingan adalah sesuatu yang baik. Dalam kasus apa pun, satuan volume bukan prioritas utama bagi kami. Tujuan kami adalah untuk tumbuh dalam pendapatan," tukasnya.

Zetsche juga mengatakan kalau penjualan Mercedes-Benz telah bergerak dengan kecepatan yang cepat di India dan tidak ada alasan untuk khawatir atau panik. Mercedes-Benz menurutnya telah berhasil menjual 5.819 mobil tahun 2010 atau tumbuh 80 persen dibandingkan penjualan tahun 2009 yang hanya berada di angka 3.250 unit.

 

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads