Suzuki Aplikasi Cat Berbahan Dasar Air

Suzuki Aplikasi Cat Berbahan Dasar Air

- detikOto
Rabu, 16 Feb 2011 14:04 WIB
Suzuki Aplikasi Cat Berbahan Dasar Air
Jakarta - Seperti halnya Honda, Suzuki juga akan menggunakan cat bodi mobil dengan berbahan dasar air. Selain ramah lingkungan, cat ini juga memiliki kualitas sama dengan cat berbahan dasar pelarut lain yang tidak ramah lingkungan.

"Sekarang kami sedang uji coba cat dengan komponen yang berbahan dasar air. DanΒ  kami masih terus studi di dalam lab, agar mengetahui keunggulan dari cat berbahan dasar air ini. Kami tidak ingin mengecewakan konsumen," kata Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales Endro Nugroho beberapa waktu lalu di Depok, Jawa Barat.

Selain ramah lingkungan, karena bahan dasarnya terbuat dari air, lanjut Endro, kesehatan para pekerja pun akan lebih baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu cat yang berbahan dasar air ini, memiliki daya tutup yang lebih bagus bila dibandingkan dengan solvent (pelarut) biasa, sehingga pori-pori yang dihasilkan dari sebuah cat tersebut sangat kecil tetapi
memiliki kualitas yang sama dengan cat pabrik biasanya

"Cat berbahan dasar air ini pun lebih irit bila dibandingkan dengan pelarutΒ  biasanya. Karena memiliki daya menguap lebih sedikit," kata Asep Suherman
Technical Service Representative PT AkzoNobel yang merupakan penyalur cat Suzuki.

Untuk menggunakan cat berbahan dasar air ini ada empat tahap. Pertama,
melakukan tahap Base metal, dimana kita membersihkan terlebih dahulu cat-cat yang masih tersisa sampai bersih.Β 

Setelah itu, masuk tahap ke dua, Epoxy Primer, yang kegunaannya untuk meningkatkan daya tahan terhadap karat.

Baru tahap ke-3, dengan membentuk permukaan yang lebih smooth atau lebih
halus sehingga pori-pori akan tertutup lebih rapat. Kemudian masuk ketahap ke-4, Clear Coating dengan tampilan yang sudah jadi.

Untuk membersihkan sisa cat yang telah digunakan, pertama, ditampung terlebih dahulu Gun Cleaner. Setelah penuh dengan limbah sisa-sisa pengecetan, tambahkan bahan kimia yang ramah lingkungan, maka limbah cair dan padat bisa memisah dengan sendirinya.

"Bahkan cairan yang keluar dari pemisahan limbah tersebut masih bisa digunakan untuk mencuci kembali sisa limbah tersebut hingga tiga kali," tutup Asep.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads