"Memakai Pertamax membuat mesin mobil lebih bersih, dan karena itu terasa barunya lebih lama," ujar Manager Non PSO Fuel Retail Pertamina, Sugeng Priyono di Jakarta akhir pekan lalu.
Jadi, menurutnya masyarakat tak perlu khawatir menggunakan Pertamax akan lebih menguras kantong, tapi nantinya dalam jangka panjang untuk mesin akan bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang dari harga kita harus merogoh kocek lebih banyak," ujarnya.
Apalagi saat ini, kendaraan-kendaraan baru yang keluar dari pabrik rata-rata sudah meminta BBM dengan oktan tinggi. "Sebagian besar kendaraan BBM-nya harus yang memiliki RON 90," ujarnya.
Pertamax sebaiknya digunakan untuk mesin yang memiliki kompresi rasio 9:1 sampai 10:1.
Subsidi BBM Hanya Dinikmati Orang Kaya
Sementara itu Direktur Hilir Migas Kementrian ESDM, Saryono Hadiwidjoyo menuturkan subsidi BBM yang ada pada Premium sangat tidak tepat sasaran.
Berdasarkan survei Bank Dunia 2 tahun lalu, Sebanyak 25 persen rumah tangga dengan penghasilan tertinggi menerima alokasi subsidi BBM sebesar 77 persen.
Sementara 25 persen rumah tangga dengan penghasilan terendah hanya menerima 15 persen. Yang kaya malah mendapatkan alokasi subsidi BBM yang lebih banyak dari si miskin.
"Jadi terjadi ketimpangan dalam alokasi sasaran penerima subsidi BBM," ujarnya.
Apalagi subsidi BBM yang disalurkan pada 2010 lalu angkanya mencapai Rp 88,9 triliun. "Itu sangat tidak tepat sasaran," ujarnya
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun