Vice President Sales and Marketing PT Nissan Motor Indonesia, Teddy Irawan menjelaskan kalau Nissan sebagai sebuah pabrikan mobil sudah memikirkan hal tersebut dan mengakalinya dengan berbagai terobosan.
"Pembatasan Premium tidak bisa kita hindari. Yang kita bisa sekarang adalah membuat mobil irit bahan bakar. Jadi kita membuat bagaimana mobil dengan menggunakan Pertamax tapi bisa lebih irit dari Premium. Dan itu sudah bisa kita lakukan," ungkapnya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya, badan mobil Nissan March kita menggunakan sasis monokok yang pada akhirnya membuat berat mobil jadi lebih ringan," imbuhnya.
Selain itu diet yang dilakukan Nissan juga terjadi di dapur pacu mobil. Mesin Nissan menurut Teddy dibuat jadi lebih ringan.
"Mesin Nissan sekarang lebih kompak. Lebih ringan 25 kg dari mesin pada umumnya," tegasnya.
Sementara Manager Non PSO Fuel Retail Pertamina, Sugeng Priyono juga mengungkapkan kalau dengan penggunaan Pertamax sesungguhnya konsumsi bahan bakar sebuah kendaraan bisa dihemat hingga 30 persen.
Itu terjadi karena pembakaran yang dibuat oleh Pertamax jauh lebih sempurna dibandingkan dengan Premium sehingga kebutuhan mesin untuk pembakaran pun jadi lebih sedikit.
"Dengan pakai Premium pertama tenaga akan berkurang, akselerasi lelet. Kalau pakai bahan bakar yg tepat, yang pertama mobil akan irit dan bisa hemat 30 persen. Di Pertamax kita masukkan aditif. Mungkin dari sisi harga agak merogoh kocek tapi bila dihitung liter per kilometernya, Pertamax jauh lebih irit," papar Sugeng.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB