Presiden Direktur Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan selama ini Shell sudah beroperasi di kurang lebih 100 negara, namun hanya kurang dari 30 negara yang menjadi basis produksi pelumas Shell.
"Selama ini kami memang mengimpor, rencana investasi pabrik pelumas untuk kebutuhan domestik, juga diposisikan untuk kompetitif secara regional atau internasional," kata Darwin usai menemui menteri perindustrian di Jl. Gatot Soebroto, Jumat (11/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya investasi ini, akan menyerap 750 orang saat konstruksi,Β pada pada saat operasi 250 orang," jelasnya.
Pembangunan pabrik rencananya berlangsung selama 2 tahun. Jika tak ada aral melintang pabrik sudah bisa beroperasi di tahun 2013-2014.
Direktur Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Tony Tanduk menambahkan, investasi Shell US$ 90-100 juta merupakan investasi tahap awal. Sementara untuk kapasitas produksi akan terus ditingkatkan hingga 150-200.000 ton per tahun.
"Investasi US$ 90-100 juta sebagai tahap awal, mulai dibangun tahun ini. Lokasinya masih penjajakan, mungkin sekitar sini, Jawa bagian barat," jelas Tony.
Saat ini kata Tony, calon lokasi pabrik pelumas Shell diantaranya di Tanjung Priok, termasuk dipertimbangkan juga di Cilegon Banten.
"Untuk insentif sedang diupayakan untuk dimasukan investasi pelumas di PP 62, selama ini pelumas belum masuk," jelas Tony.
(hen/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Pajak Kendaraan Naik karena Opsen, Pemprov Jateng Janji Kasih Keringanan