Shell Bikin Pabrik Pelumas di RI

Shell Bikin Pabrik Pelumas di RI

- detikOto
Jumat, 11 Feb 2011 11:22 WIB
Shell Bikin Pabrik Pelumas di RI
Jakarta - Perusahaan migas asal Belanda, Shell akan membangun pabrik pelumas di Indonesia, nilai investasi US$ 90-100 Juta dengan kapasitas produksi 100.000 ton per tahun. Selama ini, Shell Indonesia menjual pelumas di Indonesia dengan cara mengimpor dari negara lainnya.

Presiden Direktur Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan selama ini Shell sudah beroperasi di kurang lebih 100 negara, namun hanya kurang dari 30 negara yang menjadi basis produksi pelumas Shell.

"Selama ini kami memang mengimpor, rencana investasi pabrik pelumas untuk kebutuhan domestik, juga diposisikan untuk kompetitif secara regional atau internasional," kata Darwin usai menemui menteri perindustrian di Jl. Gatot Soebroto, Jumat (11/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan untuk bisa kompetitif di pasar regional maupun internasional maka investasi pabrik pelumas Shell di Indonesia perlu diberikan insentif fiskal. Hal ini menurutnya sudah lazim di negara-negara ASEAN yang tengah berlomba-lomba memberikan insentif investasi.

"Dengan adanya investasi ini, akan menyerap 750 orang saat konstruksi,Β  pada pada saat operasi 250 orang," jelasnya.

Pembangunan pabrik rencananya berlangsung selama 2 tahun. Jika tak ada aral melintang pabrik sudah bisa beroperasi di tahun 2013-2014.

Direktur Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Tony Tanduk menambahkan, investasi Shell US$ 90-100 juta merupakan investasi tahap awal. Sementara untuk kapasitas produksi akan terus ditingkatkan hingga 150-200.000 ton per tahun.

"Investasi US$ 90-100 juta sebagai tahap awal, mulai dibangun tahun ini. Lokasinya masih penjajakan, mungkin sekitar sini, Jawa bagian barat," jelas Tony.

Saat ini kata Tony, calon lokasi pabrik pelumas Shell diantaranya di Tanjung Priok, termasuk dipertimbangkan juga di Cilegon Banten.

"Untuk insentif sedang diupayakan untuk dimasukan investasi pelumas di PP 62, selama ini pelumas belum masuk," jelas Tony.

(hen/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads