Toyota Dinyatakan Tidak Bersalah, Korban Kecewa

Toyota Dinyatakan Tidak Bersalah, Korban Kecewa

- detikOto
Kamis, 10 Feb 2011 15:26 WIB
Toyota Dinyatakan Tidak Bersalah, Korban Kecewa
AS - Pemerintah Amerika Serikat kemarin menyatakan kalau produsen mobil Toyota tidak bersalah atas berbagai insiden yang terjadi di mobil-mobil Toyota. Para korban pun kecewa.

Para korban tetap berkeyakinan bahwa kecelakaan yang terjadi dan mereka alami adalah kesalahan Toyota karena memproduksi mobil yang cacat.

Seperti diketahui tahun lalu Toyota mendapat banyak keluhan terutama karena cacat pada pedal gas dan karpet yang mudah terselip di pedal gas hingga sistem elektronik mobil. Akibat hal itu Toyota terpaksa harus menarik belasan juta mobil mereka dari pasaran, tidak hanya di AS tapi juga di seluruh dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Toyota harus membayar denda sebesar US$ 48,8 juta kepada pemerintah AS karena Toyota dianggap mengabaikan kasus tersebut. Denda tersebut merupakan denda terbesar yang dibayarkan oleh sebuah perusahaan otomotif di Amerika.

Namun, investigasi 11 bulan yang dilakukan oleh Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration yang dibantu oleh insiyur dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) ternyata tidak menemukan kejanggalan di mobil Toyota.

Sontak saja laporan itu membuat sedih para korban. Rhonda Smith seperti detikOto kutip dari USA Today, Kamis (10/2/2011) mengaku kecewa dengan laporan itu. Rhonda yang pernah kecelakaan ketika Lexus miliknya tiba-tiba berjalan cepat dan sulit untuk direm tetap yakin itu terjadi karena cacat di mobilnya dan berharap hal itu tidak lagi terjadi pada orang lain.

Rhonda yang kecewa pun mengatakan kalau para penyidik tidak cukup serius dan tidak cukup bekerja keras menangani hal ini. "Saya sangat yakin ada kerusakan di kendaraan. Saya hanya tahu itu adalah elektronik yang rusak dan itulah yang saya percaya. Ini tidak sering terjadi, tapi memang ada," tandasnya.

Wanita asal Tennessee ini beberapa tahun lalu memang mengalami kecelakaan di Lexus ES350 miliknya ketika mobil tersebut tiba-tiba berjalan cepat dan sulit untuk di rem. Alhasil dia dan suaminya pun mengalami kecelakaan. Lexus adalah merek yang dimiliki oleh Toyota. (syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads