Para korban tetap berkeyakinan bahwa kecelakaan yang terjadi dan mereka alami adalah kesalahan Toyota karena memproduksi mobil yang cacat.
Seperti diketahui tahun lalu Toyota mendapat banyak keluhan terutama karena cacat pada pedal gas dan karpet yang mudah terselip di pedal gas hingga sistem elektronik mobil. Akibat hal itu Toyota terpaksa harus menarik belasan juta mobil mereka dari pasaran, tidak hanya di AS tapi juga di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, investigasi 11 bulan yang dilakukan oleh Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration yang dibantu oleh insiyur dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) ternyata tidak menemukan kejanggalan di mobil Toyota.
Sontak saja laporan itu membuat sedih para korban. Rhonda Smith seperti detikOto kutip dari USA Today, Kamis (10/2/2011) mengaku kecewa dengan laporan itu. Rhonda yang pernah kecelakaan ketika Lexus miliknya tiba-tiba berjalan cepat dan sulit untuk direm tetap yakin itu terjadi karena cacat di mobilnya dan berharap hal itu tidak lagi terjadi pada orang lain.
Rhonda yang kecewa pun mengatakan kalau para penyidik tidak cukup serius dan tidak cukup bekerja keras menangani hal ini. "Saya sangat yakin ada kerusakan di kendaraan. Saya hanya tahu itu adalah elektronik yang rusak dan itulah yang saya percaya. Ini tidak sering terjadi, tapi memang ada," tandasnya.
Wanita asal Tennessee ini beberapa tahun lalu memang mengalami kecelakaan di Lexus ES350 miliknya ketika mobil tersebut tiba-tiba berjalan cepat dan sulit untuk di rem. Alhasil dia dan suaminya pun mengalami kecelakaan. Lexus adalah merek yang dimiliki oleh Toyota. (syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda