Pembatasan Kendaraan dengan Warna Mobil, Efektifkah?

Pembatasan Kendaraan dengan Warna Mobil, Efektifkah?

- detikOto
Selasa, 08 Feb 2011 13:55 WIB
Pembatasan Kendaraan dengan Warna Mobil, Efektifkah?
Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bersama instansi terkait terus melakukan pembenahan lalu lintas di Jakarta. Salah satunya dengan membatasi lalu lintas kendaraan, khususnya mobil.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa mengatakan, pembatasan kendaraan bisa dilakukan dengan sistem warna. "Misalnya hari Senin warna terang, Selasa warna gelap dan seterusnya," kata Royke, Selasa (08/02/2011).

Kendaraan yang dikategorikan warna terang yakni warna yang mencolok seperti merah, kuning, biru, orange, hijau dan putih, termasuk warna metalik. Warna gelap seperti hitam dan abu-abu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan begitu, masyarakat kan tidak mungkin mengeluarkan kendaraan pribadinya, kecuali dia punya lusinan mobil dengan warna yang berbeda," jelasnya.

Namun, apakah sistem itu akan berjalan efektif? "Semuanya akan berjalan efektif, kalau masyarakatnya menerima kebijakan itu. Pertanyaannya sekarang, masyarakatnya sendiri mau tidak?" Katanya.

Royke sendiri pesimistis jika masyarakat mau menerima kebijakan tersebut. Terbukti, dengan sistem pembatasan kendaraan lain seperti 3 in 1 yang sudah berlaku, sering dimanfaatkan oleh joki.

"Three in one saja masih sering yang pakai joki, itu karena masyarakat tidak mau lepas dari kendaraan pribadi," jelasnya.

Kemacetan di Jakarta sudah hampir memasuki level stagnan. Kepolisian dan instansi terkait terus menciptakan inovasi-inovasi untuk mengatasi kemacetan tersebut.

Pemerintah Daerah DKI Jakarta pun gencar melakukan perbaikan transportasi massal, salah satunya dengan efektifnya bus TransJakarta. Namun, bus yang sedianya diciptakan untuk memberikan kenyamanan, justru sebaliknya. Banyaknya kejahatan seperti pelecehan seksual dan pencopetan di bus TransJakarta membuat masyarakat semakin meninggalkan moda tersebut.

"Akhirnya, masyarakat pun beralih lagi ke kendaraan pribadi," tutup Royke.

(mei/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads