Demikian disampaikan oleh Dirjen Migas Kementerian Evita Legowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/1/2011).
"Untuk converter kit, harganya Rp 10 juta, namun pembelian itu nanti bisa tertutup selama satu setengah tahun ke depan, katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi itu berimbang. Karena dalam satu setengah tahun ke depan sudah nutup, malah nantinya setelah setahun ke depan itu nanti bisa untung," jelasnya.
Harga LGV ini menurut Evita adalah Rp 3.600 per liter, lebih murah dibanding Premium yang harganya Rp 4.500 per liter.
Ketika ditanya mengenai apakah akan adanya pemberian insentif kepada masyarakat yang akan membeli converter kit, Evita mengatakan pihak Kementerian ESDM belum membicarakan hal tersebut.
"Kalau saya tidak lihat ke situ, saya cuma ingin tawarkan dari sisi energinya, ini ada opsi lain. Jadi masyarakat bisa beli BBG (LGV/Vigas) selain membeli BBM Pertamax. Jadi setelah beralih dari BBM subsidi, ada opsi lainnya," ujarnya.
"Selain itu, ini juga dicoba di Jabodetabek dulu. Selain itu, converter kit-nya juga bisa diubah saja nanti. Jadi kalau tak ada (LGV/Vigas) bisa beli Pertamax juga, karena bisa di-switch," ungkapnya.
(nrs/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?