Pembatasan Premium Ganggu Rental Mobil Selama 3 Bulan Pertama

Pembatasan Premium Ganggu Rental Mobil Selama 3 Bulan Pertama

- detikOto
Jumat, 07 Jan 2011 18:45 WIB
Pembatasan Premium Ganggu Rental Mobil Selama 3 Bulan Pertama
Jakarta - Kenaikan tarif sewa mobil adalah sebuah keniscayaan menyambut rencana pemeritah melarang mobil berplat hitam mengkonsumsi BBM bersubsidi. Tapi bagi rental mobil, itu hanya mengganggu di 3 bulan pertama saja. Setelah itu, semua akan normal kembali.

Menurut Presiden Direktur Serasi Autoraya (SERA) Pongki Pamungkas, di tiga bulan pertama ini, para penyewa mobil yang kebanyakan adalah perusahaan akan sedikit kaget dengan perubahan kebijakan pemerintah itu.

Tapi perlahan namun pasti, mereka akan mengerti dan kebutuhan operasional tidak akan bisa tertahan. SERA sendiri adalah perusahaan yang menjalankan bisnis rental mobil dengan bendera TRAC.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin di tiga bulan pertama akan sedikit terjandi gangguan. Ini wajar secara psikologis ketika ada kebijakan atau policy baru," ujarnya kepada detikOto, Jumat (7/1/2011).

Lebih lanjut Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperindo) ini kembali menegaskan kalau hal itu hanya akan mengganggu di bulan-bulan pertama saja. Setelah itu semua akan kembali normal.

Saat ini TRAC memiliki armada mobil sewa sekitar 23 ribu sampai 24 ribu mobil yang tersebar di berbagai wilayah dan terbagi dalam berbagai kelas. Line up mobil yang mereka sewakan pun terbilang lengkap.

Mulai dari mobil berkapasitas besar seperti Avanza, Xenia atau Innova yang mengambil persentase hingga lebih dari 50 persen dari total armada yang mereka miliki. Hingga mobil-mobil premium seperti Camry, BMW dan Mercedes-Benz pun mereka siapkan.

"Bagi saya bisnis seperti perjalanan. Dalam tikungan kita harus kurangi kecepatan. Pas jalan lurus tancap gas lagi," imbuhnya.

"Keadaan ini (pembatasan BBM) seperti ketika kita menghadapi tikungan, ya kita harus kurangi kecepatan. Tidak mungkin kan perjalanan kita seperti di jalan tol terus. Lurus terus, ngebut terus. Kalau lurus terus, ngebut terus malah bisa ngantuk dan nabrak," ujar Pongki beranalogi.
(syu/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads