Mobil BYD Ternyata Gampang Di-Hack

Mobil BYD Ternyata Gampang Di-Hack

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 05 Okt 2026 11:18 WIB
The logo of the BYD Auto company is seen on a BYD HAN electric vehicle during a BYD store opening at the car dealership Sternauto in Berlin, Germany January 31, 2024.  REUTERS/Annegret Hilse
Ilustrasi mobil BYD. Foto: REUTERS/ANNEGRET HILSE
Jakarta -

Pengemudi BYD Shark 6 ini nggak kaget lagi saat lampu mobilnya tiba-tiba mati ketika dikendarai dalam suasana gelap malam. Bukan karena masalah teknis, mobil tersebut ternyata pada saat bersamaan 'dikendalikan' orang lain dari luar, alias di-hack!

Peristiwa ini terjadi di Australia. Dikutip dari ABC.net, seorang ahli keamanan siber yang memiliki spesialisasi di bidang mobil, Dan Hreszczuk, berhasil membobol keamanan BYD Shark 6 yang membuatnya bisa mengendalikan beberapa fitur mobil tersebut jarak jauh.

Hreszczuk memang ditugaskan untuk meretas mobil tersebut dan mencari tahu apa saja yang dapat dilihat dan dilakukan dari jarak jauh oleh BYD di China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan kalau Hreszczuk sebelumnya sudah dua pekan menganalisa mobil tersebut, dan dalam periode tersebut berhasil menemukan celah untuk membobol keamanan siber BYD Shark 6. Salah satu yang dia tunjukkan adalah mematikan dan menyalakan kembali lampu utama mobil pick up berbobot 2,6 ton tersebut.

ADVERTISEMENT

"Itu (meretas BYD Shark 6) lebih mudah dari yang kami perkirakan," kata Hreszczuk kepada ABC Australia.

Mobil-mobil modern, terutama mobil listrik, dan mobil hybrid, semakin banyak dikendalikan oleh perangkat lunak. Hal ini membuat produsen dengan mudah mengubah, memperbarui (perangkat lunak), dan mengendalikan kendaraan dari jarak jauh. Dalam kasus BYD dan beberapa perusahaan lain, perangkat lunak itu dikendalikan langsung dari China.

Mobil listrik yang kini makin banyak dijejali beragam sensor, kamera, mikrofon, akan menyerap dan menghasilkan data dalam jumlah yang sangat besar. Para ahli berpendapat, bahwa data itu sangat berisiko ketika berada di bawah tangan produsen mobil listrik China, karena mereka dapat dipaksa oleh undang-undang keamanan nasional untuk bekerja sama dengan pihak berwenang.

BYD Shark 6BYD Shark 6 Foto: Dok. BYD

Untuk mengetahui potensi peretasan tersebut, salah satu pendiri Fortify Labs di Canberra langsung mengujinya dengan menggunakan BYD Shark 6. Dia dibikin kaget betapa minimnya keamanan siber pada Shark 6.

"Akses yang kami manfaatkan itu bahkan tidak memiliki kata sandi. Agak menakutkan betapa terbukanya BYD Shark terhadap peretas," kata Hreszczuk.

Ketiadaan kata sandi itu memungkinkan Hreszczuk mengakses sistem digital di mobil tersebut. Dari situ, dia tinggal mengurai program-program perangkat lunak yang mengendalikan berbagai fungsi di dalam mobil. Setelah dua minggu Hreszczuk mempraktikannya.

Pintu, Sistem Hiburan, dan Wiper Juga Diretas

Sambil duduk di pinggir jalan pedesaan, dia memperagakan apa saja yang bisa dilakukan dengan akses jarak jauh ke sebuah kendaraan. Pertama, dia mengunci pintu, memutar musik dengan volume keras, dan menampilkan gambar-gambar di layar hiburan. Kemudian ketika mobil dikemudikan orang lain, dia menyalakan wiper dari jarak jauh dengan kecepatan maksimum, menyemprotkan air ke kaca depan, serta menyalakan dan mematikan lampu. Bagi pengendara ini membuat resah dan mengganggu konsentrasi.

Hreszczuk juga membuat pengeras suara berulang kali dan mengatakan "Demi keselamatan, gunakan lampu dekat". Hreszczuk kemudian mematikan lampu sepenuhnya. Namun dia juga menegaskan tidak bisa mengakses fungsi-fungsi utama kendaraan, seperti rem dan kamera.

Di Australia, Kementerian Pertahanan tidak memberlakukan larangan menyeluruh terhadap merek-merek asal Tiongkok, namun ASIO telah memperingatkan para menteri dan pegawai negeri agar tidak melakukan percakapan sensitif di dalam mobil mereka atau menghubungkan perangkat kerja.Namun, tidak ada larangan bagi mereka untuk memiliki mobil listrik asal Tiongkok.

Menteri Perdagangan Don Farrell memiliki BYD Shark 6, kendaraan yang sama yang diretas oleh Hreszczuk.

Farrell baru-baru ini mengatakan kepada sebuah surat kabar bahwa itu adalah "truk pikap terbaik yang pernah saya miliki".

Kekhawatiran ASIO terkait pengawasan tampaknya beralasan, berdasarkan hal-hal lain yang dapat dilakukan Hreszczuk terhadap Shark tersebut, meski dengan tingkat akses yang rendah.



(dry/din)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads