'Masak Sekelas Manajer Pakai Plat Kuning'

'Masak Sekelas Manajer Pakai Plat Kuning'

- detikOto
Jumat, 07 Jan 2011 13:35 WIB
Masak Sekelas Manajer Pakai Plat Kuning
Jakarta - Para pengusaha rental mobil tak gentar menghadapi kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi pada April 2011. Pasar mobil rental adalah kalangan menengah ke atas.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Rental Kendaraan Indonesia (Asperindo) Pongki Pamungkas mengatakan, omzet bisnis rental mobil hanya bakal turun 2 hingga 3 bulan setelah kebijakan pembatasan BBM bersubsidi ini dilaksanakan.

"Omset rental mobil tidak akan terlalu banyak turun dengan dihentikannya BBM bersubsidi. Mungkin turun hanya 2-3 bulan awal sebagai bentuk penyesuaian diri. Untuk selanjutnya akan kembali normal," ungkap Pongki kepada detikOto, Jumat (7/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pongki menambahkan, bisnis rental mobil tak akan mati karena merupakan kebutuhan masyarakat terhadap bisnis jasa sewa mobil ini cukup tinggi.

Disinggung mengenai upaya untuk mengganti pelat mobil rental dari pelat hitam menjadi pelat kuning, Pongki mengatakan hal tersebut tidak mudah dilakukan karena setiap daerah mempunyai regulasi yang berbeda-beda. Selain itu, ada dampak psikologis yang ditimbulkan jika diganti menjadi pelat kuning.

"Pasar utama rental mobil adalah perusahaan-perusahaan besar yang menyewakan mobil untuk kendaraan operasional, bahkan untuk kendaraan manajer mereka. Kalau diganti jadi plat kuning, akan dampak psikologisnya. Pride (gengsi) orang Indonesia kan tinggi. Masak sekelas manajer pakai plat kuning," imbuhnya.
Β 
Mengenai pembatasan BBM bersubsidi tersebut, Pongki tidak mengajukan keberatan selama hal tersebut memang untuk mengurangi beban negara.

"Bagi kami tidak terlalu masalah karena demi kebaikan bersama. Namun, yang perlu diperhatikan adalah adanya disparitas harga yang dikhawatirkan akan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu," pungkasnya.

Hal senada disampaikan Yadi, pemilik ASA Rent A Car yang berada di Jl. Ir. H. Djuanda No. 45 Depok.

"Menurut saya bisnis ini akan baik-baik saja. Karena untuk BBM ini sendiri
dibebankan kepada konsumen. Selain itu segmen kami adalah orang-orang kelas menengah keatas, sehingga mereka mengerti akan konsekuensi dalam menggunakan mobil ini, selain itu mereka meminjam mobil pasti ada suatu urusan yang penting," ujarnya.

Lelaki yang suka tersenyum ini juga mengakui kemungkinan akan mengalami
penurunan dalam mendapatkan konsumen. "Pendapatan akan menurun sih pasti, tapi saya yakin pasti tidak akan signifikan," ujarnya

Lagi pula, lanjutnya, pelanggan mobil rental lebih berat memikirkan harga penyewaan mobil dibandingkan dengan harga BBM.

(nik/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads