Akal-akalan Pembatasan BBM Subsidi, Sopir Angkot Jualan Premium

Akal-akalan Pembatasan BBM Subsidi, Sopir Angkot Jualan Premium

- detikOto
Jumat, 07 Jan 2011 07:56 WIB
Akal-akalan Pembatasan BBM Subsidi, Sopir Angkot Jualan Premium
Jakarta - Pembatasan BBM subsidi rawan berbagai penyimpangan, pemerintah pun diminta untuk mengantasipasi berbagai penyalahgunaan BBM subsidi ini nantinya.

Profesi yang paling rawan penyalahgunaan adalah sopir angkutan umum. Kemungkinkan besar adaΒ  oknum sopir angkot yang menjual BBM Premium dengan harga di bawah Pertamax.

"Yang pertama keuntungan untuk mobil angkot. Bahkan sopir angkot beralih bisnis jual BBM Premium. Dan itu bisa terjadi," kata Pakar Transportasi Kota dari UI Tri Tjahyono ketika dihubungi detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya karena harga antara BBM subsidi dan non subsidi yang terpaut jauh bisa menggoda sopir angkot untuk berperilaku seperti itu. Setidaknya
kesempatan itu mereka manfaatkan dengan menawarkan harga BBM subsidi yang relatif terjangkau.

"Mereka bisa menawarkan harga BBM Premium di bawah BBM Pertamax pada mobil plat hitam," ujar Tri.

Jadi setidaknya pemerintah harus waspada terhadap perilaku sopir angkutan umum. "Bagaimana hal itu jangan terjadi," sarannya.

Pemerintah tidak hanya menerapkan peraturan pembatasan BBM Premium di Jakarta saja melainkan di luar Jakarta beberapa waktu setelahnya.

Sementara itu pengamat otomotif dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan
Masyarakat (LPEM) FEUI Riyanto mengatakan bakal banyak BBM Premium eceran di luar Jabodetabek. Salah satunya di jalur Pantura.

Hal itu akan terjadi jika pemerintah benar-benar tidak siap dengan Pembatasan BBM Premuim. Soalnya selama saja ketersediaan BBM Premium di jalur tersebut terbatas.

"Jadi nantinya akan ada oknum yang menjual BBM Premuim eceran di
Pantura dan jalur lainnya. Dan itu akan digunakan mobil plat hitam. Pengecer bisa jual dengan harga Rp 5.500 sampai Rp 6.000 juga sudah untung," ujar Riyanto. (ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads