Ada beberapa faktor penyebabnya yakni meningkatnya pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) sebesar 10-12 persen, pajak progresif dan pembatasan BBM subsidi.
Hal itu diungkapkan pengamat otomotif dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEUI Riyanto kepada detikOto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lainnya seperti yang dijelaskan Riyanto yang bakal menurunkan pasar mobil di 2011 adalah inflasi. Jika inflasi naik, otomatis suku bunga bank naik pula. Naiknya suku bunga mempengaruhi pembelian mobil secara kredit.
Jika suku bunga kredit naik, maka pembeli mobil di Indonesia akan
mengurungkan niat untuk membeli mobil. Padahal sekitar 70-80 persen pembelian mobil dilakukan dengan kredit.
"70 persen pembeli menggunakan kredit. Orang akan berpikir untuk mengkredit mobil. Kalau suku bunga naik 14-15 persen dari sekitar 7 persen. Jadi kemungkinan pasar mobil 2011 terhimpit dengan faktor itu juga," tandasnya.
Ia pun berharap inflasi tidak naik tajam. Terlebih di awal tahun 2011,
meningkatnya inflasi sudah mulai terlihat dengan naiknya beberapa harga komoditas.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan