Premium Mau Dibatasi, Pertamax Jangan Terlalu Mahal

Premium Mau Dibatasi, Pertamax Jangan Terlalu Mahal

- detikOto
Senin, 03 Jan 2011 17:32 WIB
Premium Mau Dibatasi, Pertamax Jangan Terlalu Mahal
Jakarta - Pengguna kendaraan meminta Pertamina untuk tidak menaikkan harga Pertamax di tengah rencana pembatasan BBM bersubsidi Premuim.

"Bayangkan dengan kenaikan itu, harga Pertamax hampir 2 kali lipat dari Premium. Dan itu sulit untuk dijangkau," kata Kabid Informasi Avanza
Xenia Indonesia Club (AXIC), Mulyadi kepada detikOto, Senin (3/1/2011).

Pertamax mengalami kenaikan harga di tanah air menyusul makin mahalnya harga minyak mentah di pasaran dunia. Pertamax merupakan bahan bakar non subsidi, dan pergerakan harganya mengikuti harga minyak mentah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika harga minyak mentah turun, maka Pertamax akan mengalami penyesuaian harga.

Namun menurut Mulyadi kenaikan yang cukup tinggi ini hanya akal-akal Pertamina di tengah isu pembatasan BBM subsidi (Premuim). "Bayangkan dalam kurun waktu beberapa bulan Pertamina sudah menetapkan harga baru lagi untuk Pertamax dan Pertamax Plus. "Sudah berapa kali naik. Masyarakat merasa terberatkan," ucapnya.

Mulyadi mengharapkan harga Pertamax sebaiknya jangan terlalu jauh berbeda dengan Premuim. "Meski ada BBM merek lain itu bukan menjadi alternatif. Soalnya harganya juga sama saja," tandas Mulyadi.

BBM di Malaysia Kok Lebih Murah?


Sementara itu, Ayu, pengguna mobil lainnya mempertanyakan perbedaan harga bensin sekelas Pertamax yang jauh berbeda di Malaysia. Di negeri Jiran itu, BBM sekelas Pertamax hanya dibanderol sekitar Rp 5 ribu sedangkan di Indonesia Rp 7.500.

"Kenapa sangat jauh perbedaanya. Apa mereka (Pertamina) tidak bisa menekan harga Pertamax. Akan semakin sulit, mau beli bensin mahal. Mau memakai transportasi (umum) tidak ada yang nyaman. Lalu bagaimana," tanya pengguna mobil Honda CR-V kepada detikOto.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads