Pada saat pengemudi kesal karena mengambil jalan yang salah misalnya, si GPS segera memahami emosi si pengemudi, menyesuaikan diri dengan perilaku sang majikan dan memberikan arahan yang sesuai.
Peter Robinson, si pencipta GPS unik itu bercerita, dirinya terilhami dari pengalaman pribadi. "Karena kehilangan kesabaran dengan GPS, saya kemudian mengembangkan GPS yang bisa membaca emosi," kata Robinson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ilmuwan mengatakan, sistem ini dapat dikembangkan lebih jauh lagi guna menghindari pengemudi bertambah pusing saat kehilangan arah. Misalnya, sistem akan secara otomatis mengecilkan volume suara radio di dalam mobil agar mengurangi bising atau menghindari mengulang-ulang perintah menuju suatu arah agar si pengemudi tidak bertambah kesal.
(rns/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Motor Listrik MBG Jadi Perhatian KPK