Kredit Kendaraan Makin Berlimpah

Kredit Kendaraan Makin Berlimpah

- detikOto
Kamis, 23 Des 2010 15:37 WIB
Kredit Kendaraan Makin Berlimpah
Jakarta - Meningkatnya penjualan kendaraan tahun ini membawa keuntungan sendiri bagi lembaga pembiayaan. Lembaga pembiayaan pun berjanji akan lebih banyak lagi mengguyur kredit kendaraan.

"Tahun depan pembiayaan kita naik 20 persen. Gaikindo sendiri memprediksi penjualan mobil tahun bisa 850 ribu unit. Karena alasan itulah kita naik 20 persen. Dan juga jika dilihat dari suku bunga tahun depan, Indonesia masih relatif stabil di angka 6,3 persen. Sehingga pasar akan menyerap lebih banyak lagi," kata Direktur BCA Finance, Amirdin Halim kepada detikOto disela-sela penyerahan Beasiswa ke pada 38 Mahasiswa di Wisma BCA Pondok Indah lantai 7, Jakarta, Kamis (23/12/2010).

Tahun ini saja, salah satuu lembaga pembiayaan mobil terbesar di Indonesia mencatat jumlah pembiayaan sekitar 100.000 unit mobil sebesar Rp 14,65 triliun. Angka tersebut naik sebesar 26,08 persen dari tahun lalu sebesar Rp 11,5 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya dari kredit yang dikucurkan tidak terlepas dari membaiknya kondisi perekonomian tanah air. Indonesia seperti yang dijelaskannya termasuk negara yang bertahan terhadap krisis selama 2010 dan tidak seperti negara lainnya.

"Kondisi perekonomian Indonesia cukup baik di 2010 sehingga membuat masyarakat tetap mengkredit mobil. Pasar Indonesia masih cukup baik di 2010," ucap Amirdin.

Pembiayaan Motor

Sementara PT Federal International Finance (FIF) memasang target pembiayaan kendaraan bermotor di tahun 2011 mencapai Rp 22 triliun. Kendaraan bermotor baru masih mendominasi pembiayaan, dengan porsi mencapai 82%.

"Kami lebih senang menyebutnya NSA (Net Service Assets). Tahun depan NSA mencapai Rp 25 triliun. Pembiayaan bisalah Rp 22 triliun,"Β  ujar Direktur Utama FIF, Suhartono usai peluncuran Program Rejeki FIF di Cilandak Town Square, Jakarta, Kamis (23/12/2010).

Ia menyampaikan, tahun 2011 industri otomotif masih terus berkembang. Tentu ini berdampak ke industri turunan, yaitu pembiayaan. Perseroan memasang target pembiayaan untuk motor baru mencapai 1,5 juta unit. Sedangkan untuk kendaraan bekas mencapai 200.000 unit.

Perseroan juga mulai ekspansif membiayai alat-alat elektronik, dalam wujud SPEKTRA. Sampai dengan bulan November 2010, nilai pembiayaan elektronik mencapai Rp 1,2 triliun. Dan dipredikasi tahun depan pembiayaan SPEKTRA mencapai Rp 2,2 triliun.

"Target kami 1,5 juta unit baru di Rp 12 juta, dan Rp 7 juta, unit 200.000 unit bekas, sama SPEKTRA Rp 2,2 triliun," jelasnya.

Menurut Direktur Pemasaran FIF, Hendry Christian Wong, pembiayaan perseroan hingga akhir tahun mencapai Rp 17 triliun atau naik 33% dibandingkan posisi 2009, Rp 12 triliun.

"Kami sudah lampaui target di November, Rp 16 triliun. Motor baru masih 82%, bekas 10%, sisanya elektronik," tegasnya.
(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads