Bila dilihat sekilas kedua mobil ini, baik SUV maupun crossover sebenarnya mirip. Hanya saja bila SUV menganut paham "cukup kuat untuk pergi ke mana saja", crossover tampil lebih stylish dan nyaman digunakan.
Crossover sendiri merupakan perpaduan dua buah model mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini menurut Auto News, Rabu (1/12/2010) merupakan konsekuensi dari semangat menolak SUV yang dimulai hampir satu dekade yang lalu di Amerika Serikat dan telah menyebar di seluruh dunia. Untuk bertahan hidup, SUV harus terlihat lebih seperti crossover.
Sebagai contoh, Jeep Grand Cherokee kini sudah didesain ulang menjadi sebuah kendaraan bergaya di bagian luar dan menyemburkan kesan premium di dalam. Hal ini membuat mobil Jeep saat ini memiliki kemiripan yang sangat sedikit dengan model-modelnya di masa lalu.
Menggabungkan kemampuan off-road dan kesan berkelas pertama kali dimulai oleh Range Rover pertama di tahun 1970an. Menjadikannya sebagai sebuah kendaraan yang bisa pergi kemana pun tapi tetap sempurna layaknya sedan premium. Sekarang, langkah Range Rover itu diikuti oleh Audi, BMW, Mercedes-Benz hingga Porsche.
Sementara untuk yang tidak bisa mengikutinya kemungkinan akan binasa seperti Hummer yang akhirnya terkubur karena tetap memegang teguh prinsip SUV sejati. "Aku besar, Aku tangguh, dan aku tidak peduli lingkungan".
Akhirnya GM pun menghentikan produksi Hummer. Desain Hummer memang tampak hebat, tetapi dunia berubah terlalu cepat, dan mereka tidak memiliki waktu untuk beradaptasi.
Apakah anda setuju?
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini