Hanya saja, dari dimensi dan tampilan, Outback tampak lebih stylish dan bergaya crossover dengan bodinya yang lebih rebah dibandingkan dengan Forester yang mengesankan sebuah SUV sejati.
Spesifikasi teknis:
| Mesin | Boxer Horizontally-opposed, 4 silinder SOHC |
| Kapasitas mesin | 2.457 cc |
| TransmisiΒ | Lineartronic CVT Symmetrical All Wheel Drive |
| Tenaga maksimal | 167 PS |
| Torsi puncak | 229 Nm |
| Harga | Rp 700.000.000 |
Nuansa mewah memang terpancar ketika masuk ke dalam kabinnya, apalagi setelah adanya fitur pengaturan kursi penumpang dan pengemudi secara elektronik yang menjadi nilai lebih dari SUV ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi Subaru sepertinya lebih memposisikan Outback sebagai sebuah SUV keluarga premium yang ringan. Baik dari tampilannya yang tidak terlalu garang, juga konfigurasi mesinnya.
Meski tetap mengandalkan mesin Boxer Horizontally-opposed, Subaru Outback mengusung camshaft tunggal atau SOHC pada ke empat silindernya yang berkapasitas 2.457 cc, dan juga tanpa turbocharger.
Juga ketika mesin sudah dinyalakan, kita tidak akan menemukan fitur SI-Drive sebagaimana terdapat pada Subaru Legacy, Subaru Exiga maupun Subaru Impreza WRX, sangat disayangkan sebenarnya.
Namun begitu menginjak pedal gas, akselerasi yang diberikan dari sokongan torsi 229 NM cukup galak untuk mendorong bobot tubuh SUV yang tidak ringan ini, sampai jarum speedometer menunjuk angka 140 km/jam.
Begitu juga ketika memasuki putaran RPM menengah dan atas, meski tanpa bantuan turbocharger, namun tenaga 167 PS pada Subaru Outback sanggup melayani injakan pedal gas.
Perpindahan giginya pun terbilang halus berkat Lineartronic CVT, yang ditanamkan bersama dengan penerus daya symmetrical All Wheel Drive yang memang selalu menjadi senjatanya Subaru.
Sehingga, selain tenaga yang galak di lintasan lurus sirkuit Sentul, Subaru Outback juga mampu melayani setiap tikungan dengan baik, meski lingkar kemudi diputar secara menyentak, bodinya tidak membuang.
Ground Clearence yang tinggi sebagai sebuah SUV juga tidak menjadi halangan Subaru Outback ketika melahap tikungan dengan kecepatan tinggi di atas 80 km/jam sekalipun.
Meski memang gejala body roll mulai terasa ketika membelok dengan kecepatan tinggi, tapi pengemudi tidak merasa khawatir akan terjadi sesuatu, karena kemantapan pijakan keempat rodanya pada permukaan sirkuit begitu terasa.
Meskipun konfigurasi mesinnya terbilang lebih sederhana daripada model-model Subaru yang lainnya, namun Outback bisa memberikan kepuasan dalam hal performa. Hanya saja, dengan banderol harga mencapai Rp 700 juta, sayang fitur-fiturnya kurang nih...
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit