Bahkan, Toyota Astra Motor berharap penjualannya akan terus mengalamiΒ Β kenaikan di tahun depan, sebagaimana diutarakan Direktur Pemasarannya, Joko Trisanyoto.
"Semua pihak menyatakan optimismenya di tahun depan, termasuk juga kami," ujarnya di Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu mengenai kebijakan kenaikan perpajakan, Joko mengaku tidak khawatir, begitu juga dengan mulai dibatasinya BBM subsidi dan rencana penerapan Electronic Road Pricing (ERP) terutama di kawasan Jakarta.
"Justru semua itu menjadi tantangan buat kami, minimal pajak-pajak dan
pembatasan BBM tersebut tidak menjadi faktor negatif buat industri otomotif," papar Joko.
Karenanya, kalau tahun ini penjualan mobil diprediksi bakal mencapai 720 ribu sampai 735 ribu unit, maka untuk tahun depan, Joko memprediksikan penjualannya bakal berangka 760 ribu sampai 830 ribu unit.
"830 ribu unit itu kalau tidak terjadi apa-apa, seburuk-buruknya angka 760 unit bisa dicapai. Dan minimal Toyota tetap mempertahankan pangsa pasar 35 persen di tahun depan," papar Joko.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi