Media-media AS menulis Chevy Volt sebenarnya adalah mobil hybrid seperti Toyota Prius dan bukan mobil listrik sepenuhnya seperti yang diklaim oleh GM selama 4 tahun terakhir.
Tudingan kalau Volt bukanlah mobil listrik muncul setelah adanya fakta kalau Volt ternyata memiliki mesin bensin biasa yang menyalurkan tenaga ke rodanya. Ini berarti hampir mirip dengan mobil hybrid biasa yang kadang-kadang menggunakan mesin bensin ketika motor listriknya kehabisan baterai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa dari hari pertama kami selalu akurat dalam menggambarkan Volt," ujar GM Product Chief Tom Stephens.
Stephens menuturkan dengan motor listriknya Volt bisa melaju hingga 40-80 km dalam kondisi normal. Jarak ini sebenarnya cukup bagi mereka yang tinggal di perkotaan untuk bolak-balik ke tempat kerja. Siang hari mereka menggunakan Volt dalam mode listrik, malamnya Volt diisi ulang baterainya, sehingga otomatis baterai Volt tetap terisi penuh.
Namun hal yang berbeda bisa terjadi pada mereka para komuter yang tinggal lebih jauh dan harus melalui jalan tol dalam jarak yang cukup jauh.
Ketika baterai seberat 400 pound yang tersimpan di Volt habis karena Volt telah menjangkau jarak yang cukup jauh, mesin bensin 1.4 liter memberikan kekuatan untuk membantu mendorong mobil pada kecepatan yang tinggi di jalan tol.
Motor listrik diganti sementara oleh motor bensin untuk mengisi baterai. Setelah baterai cukup penuh, maka mobil kembali menggunakan motor listriknya.
Namun mesin bensin ini menurut Stephens tidak bisa menggerakkan mobil tanpa melibatkan motor listrik.
Hal ini lah yang membuat media di AS terutama analis otomotif berpikir kalau Volt sebenarnya adalah mobil hybrid dan bukan mobil listrik sepenuhnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik