Kondisi ini tentu menyedihkan, padahal ketika pertama kali muncul, Kanzen seolah menjadi tumpuan harapan di saat pasar Indonesia dibombardir oleh motor-motor produksi Jepang. Apalagi Kanzen juga bekerja sama dengan SMK dalam pembuatan Kanzen Auriga.
Dan sebagai catatan, di bulan Juli penjualan Kanzen hanya berkisar di angka 165 unit saja. Terus turun dari penjualan mereka di bulan Juni yang berada di angka 170 unit atau Mei yang berada di angka 194 unit dengan total penjualan selama tahun 2010 sampai bulan Juli hanya 1.341 unit saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, Gunadi mengaku prihatin melihat kondisi Kanzen sekarang seraya berjanji tidak akan mengeluarkan produsen motor nasional tersebut dari keanggotaan AISI meski tidak ikut pameran bersama, terpuruk dalam hal penjualan atau bahkan mengalami mati suri.
"Ketika mereka mencatatkan diri ke AISI selamanya mereka tercatat. Perusahaan itu tidak ikut pameran, itu masalah lain," tandasnya.
Hal tersebut sama seperti kondisi Dan Motor yang dahulu memproduksi motor merek Vespa dan Piaggio di Indonesia. Meski sekarang tidak lagi melakukan kegiatan produksi, keanggotaan Dan Motor tidak dicabut.
"Piaggio meski tidak tampil tidak akan kami coret dari keanggotaan apalagi dia salah satu pendiri AISI," jelas Gunadi.
Hingga berita ini diturunkan, detikOto belum bisa mendapatkan konfirmasi resmi dari Kanzen.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini