Suzuki Akan Bikin Mobil Ramah Lingkungan di Indonesia

Suzuki Akan Bikin Mobil Ramah Lingkungan di Indonesia

Gunawan Mashar - detikOto
Selasa, 21 Sep 2010 17:43 WIB
Suzuki Akan Bikin Mobil Ramah Lingkungan di Indonesia
Jakarta - Suzuki siap membangun mobil ramah lingkungan (green car) di Indonesia. Saat ini, perusahaan asal Jepang itu masih menunggu peraturan dan kriteria mobil tersebut dari pemerintah Indonesia.

Chairman & CEO Suzuki Motor Corporation Osamu Suzuki hari ini berkunjung ke Istana Wakil Presiden Boediono yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, untuk membicarakan banyak hal, salah satunya rencana membentuk mobil ramah lingkungan di dalam negeri tersebut, Selasa (21/9/2010).

"Kami tunggu Pemerintah Indonesia mengenai proyek green car ini sampai detil. Lalu jika syarat-syaratnya cocok dengan kami, maka kami akan hadir," katanya usai bertemu Wapres Boediono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Presiden Komisaris PT Indomobil Suzuki Internasional Subronto Laras mengatakan, pihaknya sangat berminat untuk ambil bagian dalam proyek mobil ramah lingkungan (green car) yang murah atau bisa juga disebut eco car di Indonesia.

"Jadi memang future pengembangan mobil itu akan jadi eco cars. Dunia sangat mendambakan green car yang bebas polusi, hemat bensin, harganya murah, itu targetnya," ujarnya.

Menurutnya, kedatangan Osamu ke Indonesia ini khusus untuk membahas soal peraturan resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai eco car tersebut. Jika peraturannya sudah matang, Suzuki memerlukan waktu sekitar 1-2 tahun untuk berbagai persiapan membangun mobil ramah lingkungan tersebut.

Menurutnya, yang paling diharapkan dari mobil ramah lingkungan, selain emisi gas buangnya yang kecil, juga bahan bakarnya yang harus hemat.

"Harus ada kontrol emisi yang mengacu pada aturan. Kalau bisa seperti Jepang karena sudah ada standarnya," ungkapnya.

Selain itu, harga jual mobil tersebut harus bisa terjangkau oleh masyarakat luas. Ia mengakui, memang jika membeli mobil di Indonesia harganya selalu tinggi, faktor yang membuat tinggi adalah pajak.

"Jadi kalau misalnya sekarang kita beli mobil Rp 100 juta, dengan pajaknya jadi ditambah Rp 40 juta," katanya.

(ang/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads