Garmin melakukan penarikan terhadap beberapa unit perangkat GPS terutama GPS tipe Nuvi 200W, 250W, 260W dan Nuvi seri 2xx dan 7xx (xx yakni 2 digit nomor).
GPS merek Garmin itu berpotensi overheating dan bisa menyebabkan kebakaran. Hal buruk yang tidak bisa dihindari adalah api bisa saja menyambar ke kabin penumpang yang dapat menyebabkan mobil terbakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai bentuk terimakasih dan keperdulian kami terhadap pecinta produk Garmin, maka kami akan melakukan perbaikan terhadap unit yang termasuk dalam daftar recall dengan syarat dan ketentuan yang berlaku," tambah Garmin.
"Selanjutnya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran, pihak Garmin mengharapkan konsumen yang menggunakan GPS Garmin menghubungi di hotline 021-6903130 pada hari kerja dengan jam operasional dari pukul 9:00 β 15:00 WIB," tukas distributor resmi GPS merek Garmin di Indonesia ini.
Di Indonesia sendiri distributor ini menjual beragam tipe GPS Garmin seri Nuvi seperti 205wi, 205i, 200wi, 200i, 550i, 710i dan 760 serta berbagai tipe GPS untuk berbagai keperluan.
Dan seperti diberitakan sebelumnya, 2 pabrikan mobil yakni Suzuki dan Nissan di Amerika Serikat sampai harus menarik mobil-mobil yang menggunakan perangkat GPS dengan merek Garmin karena ditenggarai menjadi penyebab kebakaran mobil.
Sementara, distributor Daihatsu, Astra Daihatsu Motor (ADM) menyatakan tidak menggunakan perangkat GPS asal Amerika tersebut. "Kita aman, karena tidak pakai produk Garmin," kata Integrated Marketing Communication Dept PT ADM Linda.
Begitu pun produsen mobil Mercedes-Benz Indonesia. "Secara OEM tidak, tapi biasanya suka ada yang nambahin," tukas Senior Officer External Affair PT Mercedes-Benz Indonesia Dwi Parileksono Purwanggoro.
Selain di Indonesia, Garmin juga menarik produk portable GPS ini dari pasaran di berbagai belahan dunia lain seperti Amerika, Kanada, Amerika Selatan, Eropa, Timur Tengah, Afrika, berbagai negara di Asia dan Australia. (syu/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas