Hal tersebut tentu membuat senang semua pabrikan otomotif tidak terkecuali PT Wahana Makmur Sejati (WMS) yang merupakan main dealer motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang. Sebab di bulan Agustus ini permintaan motor Honda di Jakarta meningkat drastis.
Namun meningkatnya jumlah penjualan menjelang Lebaran biasanya juga memberi efek samping yakni meningkat pula NPL (non performing loan) atau rasio kredit bermasalah yang terjadi akibat terlalu gampangnya orang melakukan kredit sebuah motor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahana sendiri di bulan Agustus ini diprediksi akan panen besar menjelang hari raya Lebaran. Sebab banyak sekali konsumen yang ingin membeli motor baru untuk membawanya mudik ke kampung halaman.
"Permintaan motor Honda di Jakarta dan Tangerang memang meningkat drastis di bulan Agustus ini," ujar Edi.
"Sampai dengan Kamis sore saja kita sudah bisa jual 30 ribu unit motor dengan rincian Revo dan Blade sudah terjual sekitar 8.773 unit, Supra series 4.500an unit, Beat dan Scoopy 10 ribuan unit, Vario series 4.800an unit dan sisanya sport (Mega Pro, Tiger dan CS1)," tambahnya.
Dengan hasil tersebut, Wahana pun menurut Edi makin dekat dengan target yang mereka tetapkan. Karena di bulan Agustus ini Wahana menargetkan akan dapat menjual lebih dari 36 ribu unit motor hanya di bulan Agustus saja.
Dan bila ini terjadi, maka Agustus ini WMS akan kembali mencetak rekor penjualan bulanan tertinggi dalam 38 tahun kiprahnya di Indonesia.
Sebab tahun 2010 ini memang sudah menjadi tahun panen bagi Wahana. Di tahun macan ini WMS pertama kali mencetak rekor pada bulan Februari, Maret, April dan Juli.
Di bulan Juli lalu bahkan penjualan Wahana bisa mencapai 35.177 unit, tertinggi dalam 38 tahun. "Bulan ini masih ada waktu untuk jualan. Kami yakin target tercapai dan bisa mencetak rekor lagi," imbuh Edi.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Pajak Kendaraan Naik karena Opsen, Pemprov Jateng Janji Kasih Keringanan