Sebab kalau memang Yamaha membanderol Byson di harga itu, lawan Byson di pasaran nanti yakni Honda Mega Pro yang sudah berganti disain, rangka sampai mesin akan sangat mungkin membendung tandukan Byson.
"Kalau harga Byson memang segitu, kita tenang. New Mega Pro tipe CW hanya dijual Rp 19,5 juta, lebih murah Rp 400 ribu tapi dengan fitur yang lebih lengkap," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Julius Aslan di Menara Imperium, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari segi fitur, New Mega Pro ini lebih lengkap," pungkasnya.
Sebelumnya Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, Dyonisius Beti membocorkan kalau Yamaha akan membanderol Byson dengan harga Rp 19,9 juta. Dan meskipun lebih mahal, harga Byson ini dianggap masih sangat kompetitif.
"Kita lepas Byson dengan harga Rp 19,9 juta on the road," ujar Dyon saat menggelar konferensi pers di Rolling Stones Cafe Jakarta, Jumat (20/8/2010).
Scoopy Laris Manis
Sementara motor skutik bergaya retro milik Honda ternyata laris manis di pasaran. Scoopy bahkan memiliki prestasi penjualan yang melebihi ekspektasi Honda.
Sebab baru sekitar dua bulan diluncurkan, produk Honda ini sudah terjual lebih dari 37 ribu unit motor. Padahal target yang ditetapkan Honda tidaklah sebesar itu.
"Target kita pertama cuma 10 ribu unit per bulan, tapi ternyata permintaan Scoopy lebih tinggi dari itu. Sekarang kita tiap bulan bisa delivery 13-14 ribu unit Scoopy," ujar Julius.
Melihat hal tersebut, Honda pun menurut Julius merasa surprise dan tidak menyangka kalau permintaannya akan setinggi itu.
"Sekarang kalau mau Scoopy indennya bisa 1 bulan," tambah Senior General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala di tempat yang sama.
Karena itulah Honda menurut Julius akan segera memikirkan jalan untuk menambah kapasitas produksi skutik Honda yang sekarang 150 ribu unit perbulan untuk memproduksi BeAT, Vario series dan Scoopy ini.
"Supaya paling tidak kita bisa kirim 16 ribuan unit perbulannya," ujar Julius.
Keberhasilan penjualan Scoopy ini menurut analisis Julius terjadi karena dengan gaya retronya, Scoopy berhasil menciptakan genre baru di roda dua dan belum ada pabrikan motor di Indonesia yang saat ini secara resmi mengikuti jejak Honda tersebut.
"Apalagi bentuk Scoopy ini unik," tandas Julius
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB