"Pakai Byson harus sombong," begitu kelakar General Manager Promotion Yamaha Motor Kencana Indonesia, Paulus S Firmanto, di sela-sela firstride Yamaha Byson di sirkuit Sentul-kecil, Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/8/2010).
Ya, memang secara tampilan, Byson bisa menambah poin plus penampilan Anda di jalan raya. Head lampnya stylish, dengan tangki yang ditambahkan kondom fiber, sehingga lebih berotot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke bagian buritannya, detikOto sempat mencari-cari dimana letak lampu remnya, karena bokongnya yang meruncing tersebut polos saja, dan ternyata Yamaha dengan cerdas meletakkan lampu rem Byson pada spakboard belakang. Lumayan keren.
Kelar urusan tampilan, saatnya mengajak Byson berlari. Mesinnya 153cc, dengan tenaga 10,1 Ps, di atas kertas rasanya cukup mumpuni untuk dikebut didalam kota yang padat.
Maka, kunci kontak diposisikan On, speedometer digitalnya langsung mencuri perhatian mata, karena semuanya sudah angka, tidak lagi menggunakan jarum sebagai penunjuk kecepatan maupun putaran mesin.
Langsung saja mesin dinyalakan. Minim getaran, juga deruman suara mesin tidak gaduh, meski suara berwibawa khas moge menjadi tidak terasa.
Sebelum melesat, detikOto mencoba-coba posisi duduknya. Joknya lebar, dengan tangki besar yang enak untuk diapit kedua paha. Apalagi, stang dengan lebar hampir satu meter, yakni 727 mm, membuat riding position Byson sangat menantang.
Begitu maju, langsung dihadapkan pada rintangan papan seperti polisi tidur. Dilibas kencang, handlingnya tetap terjaga. Dari sini saja sudah bisa diduga, Byson asik untuk diajak bermanuver.
Kelar melibas polisi tidur, barulah sirkuit Gokart di Sentul membentang di hadapan, sehingga membuat selongsong gas haram untuk tidak diputar. Bruum..
Sedikit di luar ekspektasi, tarikan awal Byson kok sedikit berat ya, apa karena bodinya yang besar itu? Namun setelah putaran mesin di atas 4.500 RPM, sensasi besutannya baru terasa.
Ketika masuk tikungan, mau pelan, mau kencang, Byson menawarkan handling yang dinamis. Garpu sebesar 41 mm, terbesar di kelasnya, ditambah lebar ban belakang 130 mm, membuat Byson asyik diajak menikung.
Begitu juga ketika harus mengerem, meski hanya memiliki cakram di roda depan saja, laju Byson bisa dikendalikan dengan mudah. Tapi, kalau memang mengusung tampilan yang stylish, demi sekedar tampilan, cakram belakang wajib ada lho.
detikOto menyukai tampilan Byson yang tidak konvensional sebagai motor sport di kelas 150cc, namun Yamaha juga jangan melupakan akselerasinya. Tampang oke, kalau telat berakselarasi tetap bikin malu.
Sayangnya, Yamaha belum mau merilis secara resmi harga jual Byson, yang digadang-gadang berada di kisaran Rp 19,5-20 jutaan ini. Bocorannya, nanti sore bakal diumumkan langsung Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Dyonisius Beti.
Penasaran? Pantau terus detikOto!
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!