Motor Dibatasi, Bagaimana Nasib Kurir dan Karyawan?

Motor Dibatasi, Bagaimana Nasib Kurir dan Karyawan?

- detikOto
Kamis, 05 Agu 2010 14:45 WIB
Motor Dibatasi, Bagaimana Nasib Kurir dan Karyawan?
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta berencana akan membatasi para pengguna motor untuk melintas jalan protokol selepas Lebaran nanti. Hal itu ditanggapi dingin oleh produsen sepeda motor yang ada di Indonesia.

PT Astra Honda motor (AHM) menilai pelarangan motor melintas di jalan protokol bukanlah solusi masalah kemacetan sekarang ini.

"Mari kita duduk bersama. Jangan ingin menyelesaikan masalah tapi malah melahirkan masalah baru," ujar Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan di sela-sela pembukaan kompetisi safety riding Honda di Kemayoran, Jakarta, Rabu (5/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu menurut Julius sangat penting untuk diperhatikan. Sebab kini motor bukan lagi hanya sekedar alat transportasi semata, tapi merupakan sebuah alat yang mendukung berputarnya roda ekonomi di ibukota.

"Untuk memutar roda ekonomi kita butuh kendaraan agar bisa produktif, kalau kendaraan ini dihambat, berarti juga menghambat pertumbuhan ekonomi," tukasnya.

"Bagaimana misalnya dengan bisnis katering atau kurir, dengan pembatasan ini mereka jadi sulit bergerak. Belum lagi karyawan yang belum mampu membeli mobil," tambahnya.

Padahal kalau roda ekonomi meningkat, derajat hidup masyarakat juga makin meningkat. Suatu saat ketika transportasi massal sudah baik dan tingkat ekonomi masyarakat meningkat, penjualan motor menurut Julius pasti akan menurun.

Jadi menurutnya hal itu tidak perlu dibatasi. Biarkan hal itu terjadi secara alami.

Karena itulah Pemprov DKI Jakarta menurut Julius harus duduk bersama dengan para produsen motor untuk mencari jalan keluar terbaik yang tidak memberatkan rakyat kecil.

"Jadi solusi yang diambil adalah solusi terbaik bagi semua pihak," pungkasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads