Setelah dalam beberapa bulan membukukan rekor penjualan tertinggi, kini WMS kembali mempertajam rekor penjualan di bulan Juli 2010.Β Bulan lalu, penjualan WMS menembus angka tertinggi selama 37 tahun berdirinya perusahaan.
Seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (4/8/2010) rekor penjualan WMS sebelumnya tercatat di bulan Mei 2010, yakni mencapai 32.246 unit. Dua bulan kemudian, rekor tersebut terlampaui. Penjualan ritel WMS di bulan Juli 2010 (berdasarkan faktur) mencapai 35.177 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan tipe motor Honda terbanyak di bulan Juli 2010 diraih oleh BeAT, yakni 9.282 unit atau 26 persen. Posisi berikutnya ditempati Absolute Revo 110 Series 21 persen dan Vario Series 17 persen.
Skutik terbaru Honda Scoopy juga mendapat sambutan positif dari konsumen setelah berhasil terjual sebanyak 3.391 unit. Secara umum, terlihat tingginya animo masyarakat terhadap motor matik.Β
WMS mencatatkan penjualan type matik di bulan Juli sebesar 18.757 unit (53,32 persen).
Tidak hanya itu penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta (PRJ) pun menurut WMS turut menopang tingginya angka penjualan Juli ini.
Selama 32 hari penyelenggaraan PRJ dari tanggal 10 Juni sampai 11 Juli 2010, penjualan motor Honda mencapai 8.264 unit.
Secara kumulatif, penjualan ritel WMS selama tujuh bulan pertama 2010 juga mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun 2009. Pada Januari-Juli tahun ini, penjualan WMS tercatat 212.278 unit.
Angka ini lebih besar 67 persen daripada periode sama tahun 2009, yakni 126.690 unit.Β Untuk periode ini, kontribusi terbesar disumbangkan oleh tipe Revo series (27 persen), Beat (25 persen) dan Supra X series (17 persen).
Β
Rekor penjualan WMS ini merupakan kado istimewa bagi perusahaan yang akan berulang tahun ke-38 tanggal 6 Agustus nanti.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB