Sopir Taksi Tuding Ada Skenario Paksa ke BBM Non Subsidi

Sopir Taksi Tuding Ada Skenario Paksa ke BBM Non Subsidi

- detikOto
Jumat, 30 Jul 2010 12:47 WIB
Sopir Taksi Tuding Ada Skenario Paksa ke BBM Non Subsidi
Jakarta - Kasus berantai rusaknya komponen fuel pump khususnya armada mobil taksi, memunculkan tudingan para sopir taksi terhadap 'skenario' pemerintah untuk mengalihkan penggunaan BBM bersubsidi ke non subsidi.

"Kami dari pengemudi berharap jangan lah pemerintah mencabut subsidi, lalu yang dikorbankan kita, supaya tak mengisi Premium, angkutan umum jadi korban," kata Asep YK salah satu sopir Taksi Putra yang ditemui dilokasi PT. Citra Transpor Nusantara di Tanjung Barat, Jaksel, Jumat (30/7/2010).

Asep berharap masalah ini bisa segera diatasi pemerintah karena jika berlanjut maka proses mencari nafkah para supir taksi terganggu. Semenjak maraknya kasus fuel pump rusak, Asep mengaku selalu was-was jika membawa penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita malu kalau tiba-tiba mogok, dikira pelayanan kita tak baik," katanya.

Sementara Juangga rekan Asep sesama supir taksi mengatakan pasca kejadian fuel pump rusak, pendapatannya sebagai supir taksi bisa melorot tajam. Jika normalnya sehari ia bisa mengantongi pendapatan bersih Rp 100 ribu, jika terjadi fuel pump rusak maka ia bisa menombok hingga Rp 50.000.

"Saya sudah dua hari tak beroperasi, istri di rumah akhirnya terima sajalah," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Pengatur Hilir Migas Tubagus Haryono mengatakan tudingan adanya skenario 'paksa' pemerintah bagiΒ  armada angkutan umum beralih ke BBM non subsidi, sangatlah naif.

Kebijakan pemerintah menurut Tubagus, sudah jelas jika ada pembatasan BBM subsidi maka plat kuning atau angkutan umum akan tetap mendapat subsidi.

"Jadi tak ada skenario (paksa alih ke BBM non subsidi), itu naif sekali," ucap Tubagus.

(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads