"Kemungkinan (yang dibatasi) mobil pribadi diproduksi di atas tahun 2005," ujar Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh usai membuka acara pembukaan Porseni sektor ESDM di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (16/7/2010).
Menurut Darwin, opsi pembatasan penggunaan BBM bersubsidi bagi mobil pribadi produksi di atas tahun 2005 tersebut diambil karena pemilik mobil dengan kriteria itu masuk dalam kategori golongan masyarakat mampu sehingga subsidi BBM bersubsidi yang diberikan bisa tepat sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memastikan pemerintah akan tetap melindungi kelompok masyarakat kurang mampu, di mana motor dan kendaraan umum akan tetap mendapatkan BBM bersubsidi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo, jika konsumsi BBM bersubsidi ditetapkan mulai September 2010, maka penghematan subsidi BBM dalam APBN 2010 diperkirakan akan mencapai Rp 2,3 triliun hingga akhir tahun.
Namun, lanjut dia, opsi-opsi tersebut masih belum diputuskan karena masih akan dibahas secara mendalam secara interdepth. Rencana setelah itu, ketiga opsi yang dimiliki pemerintah akan dibahas dengan DPR.
Evita menambahkan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi tersebut memang harus dilakukan. Pasalnya, hingga kini, realisasi konsumsi BBM bersubsidi sudah melonjak rata-rata 6 sampai 9 persen dari kuota yang ditetapkan dalam APBN-P 2010.
(epi/ddn)










































