Pakai Pertamax untuk Mobil, Kenapa Tidak?

Pakai Pertamax untuk Mobil, Kenapa Tidak?

- detikOto
Kamis, 24 Jun 2010 13:37 WIB
Pakai Pertamax untuk Mobil, Kenapa Tidak?
Jakarta - Rencana pemerintah untuk membatasi penggunaan BBM bersubsidi Premium untuk mobil kerap mendapat cibiran masyarakat. Ada yang skeptis dengan menyebut kebijakan ini sebagai kebijakan yang ngaco. Sebenarnya dari sisi teknis penggunaan Pertamax justru membuat mobil makin sehat.

"Secara teknis itu betul, ada alasannya," ujar pengamat Achadiat A Suhadi kepada detikOto, Kamis (25/6/2010).

Mobil-mobil baru yang beredar di Indonesia biasanya sudah menganut Euro 2. Sehingga penggunaan Pertamax pun tidak masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah sebelumnya berencana untuk menerapkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi paling lambat pada bulan September mendatang. Hanya sepeda motor dan kendaraan umum dipastikan boleh menggunakan BBM bersubsidi.

"Kalau subsidinya besar maka Agustus mulai tapi kalau merata sepertinya September bisa. Tergantung volumenya nanti," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo.

Untuk mendalami sisi teknis bahan bakar mobil, detikOto mencoba menghubungi Marketing Communication Manager PT Toyota-Astra Motor Achmad Rizal.

Senada dengan ucapan Achadiat, menurutnya semua mobil yang ada di Indonesia tak masalah dengan Pertamax. "Mesin mobil yang di Indonesia kan rata-rata Euro 2, memiliki Electronic Control Unit, dan sudah pakai siklus umpan balik jadi memberikan feedback ke otak mesin, di situ bisa meng-adjust pengapian, jadi enggak ada masalah," ujarnya.

Dia menambahkan secara teknis mobil keluaran tahun berapa pun bisa memakai bahan bakar dengan oktan yang tinggi. "Tidak ada yang namanya mesin pakaiΒ  bahan bakar oktan tinggi mesin rusak, justru performa akan lebih baik dengan oktan yang lebih tinggi, efisiensi mesin lebih bagus dan tenaga bagus," ujarnya.

Akhirnya mobil pun malah bisa jadi lebih irit karena menggunakan Pertamax. "Karena efisiensi mesin yang lebih bagus tadi," ujarnya.

Khusus untuk mobil lama yang masih memakai pengapian konvensional platina dan tidak dilengkapi knocking sensor Rizal menuturkan supaya lebih optimum tinggal menyesuaikan waktu pengapiannya.

"Teknik pengapian dimajukan berapa derajat supaya lebih optimal, busi menyala lebih awal," ujarnya.

Kalau pun pengapian tidak diubah maka tidak jadi masalah. Toh karena sama-sama bahan bakar, mesin tidak akan mengalami knocking.

"Lebih tinggi oktan maka mesin akan susah mengalami knocking karena sifat dari bahan bakar oktan tinggi lebih sabar untuk menyala. Sehingga dia bisa menghasilkan tekanan yang tinggi di ruang bakar akhirnya dia bisa menghasilkan performa yang lebih tinggi dan efisien yang lebih tinggi," ujarnya.

Jadi Pertamax bisa lebih irit dari Premium?

"Sudah teruji, karena selain faktor fisika efisiensi mesin tadi, ada faktor perilaku, karena orang sudah menyadari mesin memiliki tenaga besar jadi orang tidak perlu menginjak pedal gas terlalu dalam pada saat dia berakselerasi," jelasnya.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads