Tidak tanggung-tanggung, museum milik LeMay ini bahkan sampai memiliki 3.000 mobil di ruang pamernya. Karena itulah tidak heran museum tersebut jadi museum mobil terbesar di dunia.
Lahirnya museum ini dimulai pada tahun 1998 ketika LeMay membentuk sebuah organisasi nirlaba, Harold E. LeMay Museum yang memiliki tujuan untuk mengumpulkan mobil dan menampilkannya untuk publik. Ketika ia meninggal pada tahun 2000, istrinya Nancy terus melakukan pengembangan proyek ambisius tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana pembangunan museum ini sendiri didapat dari patungan berbagai pihak. Pemerintah daerah Tacoma menyediakan dana US$ 10,7 juta dan hibah perencanaan sebesar US$ 1 juta.
Sementara Nancy LeMay menyediakan dana hingga US$ 15 juta untuk mewujudkan mimpi suaminya ditambah US$ 11 juta dari Washington State dan US$ 1,6 dari klub mobil AAA.
Diperkirakan museum ini dapat membawa 425 ribu orang pengunjung tiap tahun dan menyumbang US$ 34 juta pertahun untuk pendapatan daerah itu.
Sebab dengan areal pamer luas yang bisa menampung 500 unit kendaraan dan berbagai ruang pendukung seperti tempat belanja, restoran dan pusat hiburan, Museum mobil LeMay ini dipastikan akan menarik minat pengunjung meski untuk memasukinya pengunjung dikenakan tarif US$ 15 untuk tur selama 2 jam.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!