Tell you what I’d do
I’d go downtown and buy a Mercury or two
Crazy ‘bout a Mercury
Lord I’m crazy ’bout a Mercury
I’m gonna buy me a Mercury
And cruise it up and down the road.
Itu lah sepenggal lagu country yang dipopulerkan oleh Alan Jackson yang berjudul Mercury Blues. Lagu tersebut menjadi hits di AS pada 1993 dengan angka penjualan album sebanyak 1 juta kopi.
Sayangnya, lagu Mercury lebih banyak dibeli daripada mobilnya sendiri. Tak mau merugi terus, Ford memutuskan menghentikan Mercury pada akhir tahun ini. Ford pun seperti menelan pil pahit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan helm Mercury yang bersayap dijadikan logo Mercury tetap menjadi logo perusahaan selama bertahun-tahun.
Mercury sendiri diperkenalkan pertama kali pada 1939 oleh Edsel Ford, dimana dengan harapkan logo tersebut bisa menyaingi kompetitornya di pasar AS.
Salah satu mobil yang sangat dikenang adalah Mercury Eight produksi 1949. Model tersebut diyakini menginspirasi lagu Jackson. Dan James Dean pun menggunakan mobil ini dalam film Rebel Without a Cause.
Di saat yang bersamaan di Kanada, Ford menawarkan Mercury M-Series pickup (basicnya Ford F-Series) dan menjadi kendaraan terfavorit di kultus perbatasan utara, sayang, tidak pernah dijual di AS.
Berlanjut ke era the muscle car di 60-an, Ford pernah mencoba meningkatkan citra dengan memproduksi mobil bertenaga besar lewat Ford Marauder berbasis Galaxie dan Cyclone.
Berlanjut ketahun berikutnya, ketika Ford merilis Mustang, Mercury memiliki Cougar yang menjadi mobil paling populer dikeluarga Mercury.
Namun dalam kondisi ini mobil merek Mercury seperti tidak terangkat namanya. Mercury terus ditinggal oleh konsumen AS. Di tahun itu Ford seperti mengalami kesulitan untuk menaikan citra Mercury, meski disemati fitur dan model terbaru. Pamor Mercury kalah dengan model lain.
Penjualan Mercury selama bertahun-tahun terus mengalami kemerosotan. Puncak keberhasilan Mercury hanya di 1978. Pada waktu itu Mercury berhasil terjual sebanyak 580 ribu unit kendati model mobil terbaru membayangi Ford Mercury di pasaran seperti Capri roadster, Cougar dan beberapa merek lainnya.
Salah satu model Ford Mercury yang terkenal pada waktu itu adalah Grand Marquis (sedan), dan itu menjadi model terakhir yang terkenal di keluarga Mercury.
Kembali ke lagu tadi, popularitas lagu tersebut membuat Ford membeli hak atas lagu Alan Jackson tersebut beberapa tahun lalu.
Ford pun mengubah lirik Mercury dari crazy bout a Mercury menjadi Crazy bout a Ford Truck. Apakah itu tanda-tanda bahwa Mercury akan tenggelam?
Yang pasti para pecinta Mercury melewatkan hal itu...
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!