Saat ini jenazah jagoan balap tersebut sedang disemayamkan di Rumah Duka RS Gatot Soebroto. Dan rencananya Om Chia akan segera dimakamkan pada hari Sabtu mendatang di pemakaman San Diego Hills, Karawang.
"Bapak sudah sampai ke Jakarta pagi tadi, jam 7 berangkat dari Bali, kira-kira jam 9.00 WIB pagi tadi beliau sampai Jakarta," terang putra sulung Om Chia, Christian Iskandar kepada detikOto, Kamis (6/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepergian pria berusia 80 tahun ini tentu membuat dunia balap motor Indonesia bersedih. Sebab Om Chia sejak lama memang sudah terkenal sebagai rajanya motor 2 tak underbone Suzuki.
Dan ketika bendera 2 tak mulai redup dan digantikan era 4 tak, Om Chia ternyata tidak sampai kehilangan tajinya dan membuktikan bahwa dia belum habis meskipun usia sudah tidak lagi muda.
"Om Chia adalah sosok yang sangat loyal terutama dalam urusan merek, kita tahu dia sangat loyal terhadap merek Suzuki," terangnya.
Selain itu, putra pertama dari lima bersaudara ini pun bercerita kalau Om Chia itu terkenal sangat disiplin dan selalu cinta pada kompetisi.
"Kita pernah bilang, kalau kompetisi itu sudah tidak cocok lagi buat beliau, karena di kompetisi itu kan setiap orang tidak selalu menang dan terkadang pasti kalah, tapi beliau malah bilang, 'kalau hari ini saya kalah, besok saya pasti
menang'," cerita Christian.
Karena itulah sosok Om Chia selalu dikagumi, tidak hanya oleh keluarganya, tapi juga oleh lawan-lawannya di dunia balap.
"Dunia balap saat ini banyak diisi tuner-tuner muda lulusan perguruan-perguruan tinggi terkenal, tapi semua salut pada semanga dan kemampuan Om Chia," ujarnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Prabowo Sebut Semua Mobil-motor Bakal Pakai Listrik, Orang Kaya Isi Bensin
Pujian Media Asing Buat Veda Ega Pratama usai Cetak Sejarah di Moto3