Dari tampang maupun jeroan mesin semuanya berbeda dengan generasi seri 3 terdahulu. Lalu, bagaimana rasanya mengendarai 325i terbaru ini?
Dari tampang luar, aura sporty jelas menegas pada sosok BMW 325i terbaru. Meskipun secara karakter, sepertinya lebih mengarah pada sang kakak seri 5, karena kontur membulat sudah mulai dihilangkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sirkuit Sentul, Bogor Jawa Barat pun dijadikan tempat untuk menjajal varian BMW yang satu ini. Suara mesinnya yang keluar dari konfigurasi 6 silinder 2.500 cc nya lembut terdengar. Namun tidak begitu ketika harus dipacu secara ekstrim.
Itulah yang terdengar ketika sedan Jerman ini sudah diinjak pedal gasnya. Akselarasinya pasti lebih baik dari saudara pendahulunya BMW 320i. Ruang kabin yang senyap pun tidak bisa meredam raungan mesin BMW 325i ketika dipacu di
lintasan sirkuit.
Responsif. Itu yang bisa dirasakan ketika pertama kali mengajak 325i ini berlari. Meskipun bodi terasa lebih berat dan menapak tanah, namun tidak sampai membuat manuver BMW 325i kaku. Nyatanya, tikungan pun bisa dilahap sampai dengan kecepatan 120 km per jam.
Fitur Dynamic Stability Control yang juga didukung oleh Cornering Brake Control bekerja dengan baik ketika mengerem pasca trek lurus, guna menyambut tikungan.
Dan tidak ada gejala mobil akan membuang ataupun sliding, meskipun ketika berbelok masih di rem ataupun di gas.
Begitu juga ketika melintasi trak lurus. Disini lah BMW 325i bisa memamerkan tenaga 218 hp dengan torsi 250 nm yang dikandung didalam kap mesinnya. Dengan sedikit menjaga jarak dari mobil di depan, BMW 325i mampu dipacu hingga 190 km per jam.
Kesemuanya itu membuat sedan terbaru daru generasi seri 3 BMW ini asyik untuk diajak berakselarasi, apalagi dengan padanan suspensi serta stir yang rigid khas pabrikan Jerman ini. Para eksekutif muda pun, bisa memacu adrenalinnya ketika akhir pekan tiba.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB