Meski Mahal, Pakai BBM Non Subsidi Bisa Lebih Hemat

Meski Mahal, Pakai BBM Non Subsidi Bisa Lebih Hemat

- detikOto
Selasa, 20 Apr 2010 17:04 WIB
Meski Mahal, Pakai BBM Non Subsidi Bisa Lebih Hemat
Jakarta - Wacana pemerintah untuk melarang mobil mewah dengan tahun pembuatan tahun 2000 ke atas untuk menggunakan bahan bakar bersubsidi sebenarnya cukup beralasan. Terutama bila dilihat dari sisi teknologi mesin.

BBM yang yang memiliki kadar oktan lebih tinggi tentunya membuat pembakaran mesin menjadi lebih sempurna, sehingga menyebabkan ruang bakar lebih bersih.

Pembakaran yang sempurna juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit, dan mesin menjadi lebih awet, karena BBM yang beroktan tinggi menyebabkan ruang bakar tidak meninggalkan kerak sisa pembakaran tidak sempurna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi sebenarnya, secara teknologi mesin, pakai BBM yang oktannya lebih tinggi malah menguntungkan, bukan merugikan," ujar Presiden Direktur PT Hyundai Mobil
Indonesia Jongkie D Sugiarto yang juga merupakan Ketua 1 Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ketika berbincang dengan detikOto, Selasa (20/4/2010).

Memang secara harga jual ecerannya lebih mahal, tambah Jongkie, namun bila melihat efek jangka panjangnya, menggunakan BBM beroktan tinggi bisa menghemat pengeluaran operasional kendaraan kita, setidaknya, biaya perbaikan mesin menjadi lebih minim.

Akan tetapi, tentunya tidak semua mesin bisa menggunakan BBM yang beroktan tinggi. Hal tersebut harus dilihat dari seberapa padat kompresi ruang bakar sebuah mesin. Kalau kompresi mobilnya tidak tinggi, tapi menggunakan BBM
beroktan tinggi juga percuma, begitu juga sebaliknya.

"Tapi biasanya mobil-mobil sekarang, rata-rata dari pabrikannya sudah direkomendasikan menggunakan BBM dengan oktan lebih tinggi," tutup Jongkie.


(bgj/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads