Berbeda dengan mobil mewah yang memang dimiliki masyarakat yang pendapatannya lebih.
Hal tersebut disampaikan General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja kepada detikOto, Selasa (20/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jika tidak lanjut Adrian menyakini akan menyebabkan kerancuan yang pada akhirnya masyarakat malah akan kecewa karena pemerintah tidak bisa membedakan mobil yang harus menggunakan BBM bersubsidi dan tidak di tahun yang sama.
"Persiapan pemerintah harus matang," ujarnya.
Jika dilaksanakan, larangan pemerintah itu dinilai terlalu mengada-ada dan tidak obyektif. Marena imbasnya akan terasa pada pengguna kendaraan di tanah air.
"Pemerintah mengadakan itu untuk apa dan latar belakangnya itu seperti apa? Nantinya tidak hanya produsen kendaraan, pengguna mobil juga akan terkena," papar Marketing Communication Manager PT Toyota-Astra Motor Achmad Rizal.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Konvoi Fortuner-Alphard Masuk Area CFD, Ini Arti Pelat Nomor ZZ
Tarif Parkir Mobil di Jakarta Diusulkan Rp 60 Ribu/Jam, Pramono Bilang Begini
Iritnya Motor Matik Terbaru Honda, Jakarta-Bandung Cukup 2 Liter Bensin