Priok Berdarah Tak Ganggu Ford

Priok Berdarah Tak Ganggu Ford

- detikOto
Kamis, 15 Apr 2010 12:38 WIB
Priok Berdarah Tak Ganggu Ford
Jakarta - Insiden Priok berdarah yang terjadi kemarin dikhawatirkan akan berbuntut panjang. Suplai produk-produk yang diimpor pun dikhawatirkan akan tersendat. Mengingat sebagian besar barang impor itu didatangkan melalui jalur laut.

Namun hal itu ternyata tidak berpengaruh banyak pada suplai mobil-mobil Ford yang didatangkan PT Ford Motor Indonesia (FMI).

"Karena mobil kita masuknya dari pelabuhan di Marunda, yang jaraknya cukup jauh dari lokasi insiden," ujar Direktur Pemasaran PT Ford Motor Indonesia Davy Tuilan di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (15/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Davy berharap insiden Priok berdarah itu tidak berlanjut lebih lama lagi karena dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas sosial di kawasan pelabuhan.

"Suplai kita aman, karena setiap diler memegang stok mobil sampai 30 hari kedepan. Jadi kalau pun insiden Priok nanti jadi masalah, semoga suplai kita tidak akan terpengaruh," jelasnya.

Selain mengkhawatirkan masalah di Priok, Davy pun menjelaskan kalau pihaknya juga memonitor terus situasi di Thailand, yang menjadi lokasi pabrik produksi mereka.

"Untungnya demo red shirt terpusat di bangkok, sementara pabrik kami ada di 135 km di sisi timur, so far tidak ada masalah, tapi tentu kami akan terus monitor kedua masalah ini," tegasnya.

Sementara itu di tempat terpisah Menteri Perhubungan Freddy Numberi menyatakan dampak kerusuhan Koja kemarin tak mempengaruhi aktivitas ekspor dan impor. Masalah ini sepenuhnya akan diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta untuk menyelesaikannya.
Β 
"Buat kita ekspor tetap berjalan, khusus Koja sajalah, ekspor berjalan lancar normal," katanya saat ditemui di sela-sela acara Infrastructure Asia 2010, JIExpo Jakarta, Kamis, (15/4/2010).
Β 
Ia mengatakan kasus kemarin hanya mengganggu dua shift arus yang tertahan di terminal Koja sehingga tak mengganggu ekspor maupun impor. Feddy menegaskan pihak Pelindo dan Pemda DKI Jakarta yang akan menyelesaikan masalah ini.
Β 
"Itu urusan Pemda-lah yang menangani," katanya.
Β 
Ia juga mengatakan sampai saat ini pemerintah belum mengetahui berapa besar kerugian sebagai akibat dari kajian kemarin.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads