Tapi lebih disebabkan karena infrastruktur dan manajemen transportasinya yang amburadul.
Sebab bila dilihat dari sisi penjualan, volume penjualan mobil Indonesia misalnya, masih terbilang kecil karena masih berkutat di angka 500 ribuan unit per tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut diungkapkan oleh CEO Auto2000 Jodjana Jody dalam Talkshow Talk To CEO di radio Trijaya FM, Rabu (31/3/2010). Jakarta, Rabu (31/3/2010).
"Amerika saja volumenya 15 juta (pertahun) tapi tidak macet, Jepang 6 juta tapi tidak macet, Singapura 150 ribu dengan jalan yang hanya berapa ratus km tapi juga tidak macet," jelasnya.
Jadi menurut Jody ada beberapa hal yang harusnya dilakukan pemerintah untuk mengatasi kemacetan seperti membatasi umur kendaraan serta membangun manajemen transportasi yang bagus juga membangun angkutan masal seperti MRT dan monorel. "Itu mesti langsung dilakukan," tegasnya.
Hal itu menurut Jody lebih efektif dilakukan dibanding bila pemerintah hanya berpikir dengan menaikan pajak saja untuk menghalau pertumbuhan kendaraan yang ada karena toh kendaraan di Indonesia jumlahnya sebenarnya memang belum banyak.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi