Kijang Jadi Transportasi Utama di Timur Tengah

Kijang Jadi Transportasi Utama di Timur Tengah

Angga Aliya ZRF - detikOto
Kamis, 25 Mar 2010 11:15 WIB
Kijang Jadi Transportasi Utama di Timur Tengah
Jakarta -

Wakil Presiden Boediono mengatakan kepercayaan pihak asing terhadap sektor manufaktur di Indonesia saat ini semakin meningkat. Contoh kecilnya adalah mobil Kijang Innova yang kini menjadi salah satu alat transportasi utama di Timur Tengah.

"Mobil Kijang kini jadi salah satu alat transportasi utama di Timur Tengah. Itu menunjukkan kepercayaan asing terhadap manufaktur di Indonesia," jelasnya dalam acara Indonesia Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (25/3/2010).

Mengacu kepada contoh kecil ini, ujar Boediono, sektor industri Indonesia tidak perlu cemas dalam menghadapi berlakunya perdagangan bebas melalui Free Trade Agreement (FTA). Boediono yakin sektor industri di Indonesia bisa bertahan menghadapi FTA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya yakin perusahaan Indoensia akan survive di market dengan adanya FTA. Kekuatan kita di komoditas membuat kita bisa menjadi partner untuk semua negara di dunia. Sektor manufaktur sebagai salah satu contoh yang bisa berkembang dengan baik," katanya.

Menurut Boediono, peran Indonesia di dunia saat ini semakin besar. Bahkan Indonesia menjadi pasar utama di ASEAN.

Selain itu, Boediono juga mengungkapkan soal komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

"Untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi dari 6% ke 7% per tahun, kita butuh tambahan dan upgrade infrastruktur seperti jalan raya, tol, kereta, pelabuhan, pembangkit listrik, teknologi informasi. Itu harus jalan tanpa ditunda-tunda," tandasnya.

Namun, pemerintah tidak bisa sendirian dalam memberikan pembiayaan untuk membangun kebutuhan infrastruktur yang nilainya sangat besar tersebut. Pemerintah membutuhkan dukungan dari pihak swasta.

"Rencana infrastruktur butuh dukungan swasta di samping kesehatan fiskal dalam negeri. Kita sadar uang yang kita punya sangat sedikit dari total kebutuhan infrastruktur. Kita harus bekerja keras untuk kejar target tersebut, tentunya tidak hanya pemerintah, tapi juga dibantu pihak swasta," tutupnya.

(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads