Honda Recall 412.000 Odyssey dan Element

Honda Recall 412.000 Odyssey dan Element

- detikOto
Rabu, 17 Mar 2010 12:30 WIB
Honda Recall 412.000 Odyssey dan Element
Detroit - Masih segar ingatan masyarakat otomotif dunia pada penarikan kembali (recall) ratusan ribu Honda Jazz/Fit, Honda Motor Co, kembali membuat kaget dengan adanya recall sekitar 412.000 unit mobil Honda Odyssey dan Element dari pasaran.

Penarikan kedua produk yang mereka pasarkan di Amerika itu terpaksa dilakukan karena di indikasi terdapat masalah pada sistem pengeremannya. Bila tidak segera diperbaiki, maka kendaraan akan lebih sulit dihentikan.

Juru bicara Honda Amerika, Chris Martin menuturkan masalah dalam pengereman ini disebabkan karena adanya gelembung udara di dalam rem hidrolik mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring waktu, beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian, gelembung udara ini dapat menyebabkan hilangnya daya pengereman dan mengharuskan pedal didorong lebih jauh ke lantai untuk menghentikan kendaraan.

Honda mengakui setidaknya ada beberapa insiden kecelakaan dan 3 orang mengalami cedera ringan akibat kesalahan rem. Honda pun sudah melaporkan hal ini ke National Transportation Highway Safety Administration.

"Meskipun tidak semua kendaraan yang ditarik dipengaruhi oleh masalah ini, kita me-recall untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dan untuk memastikan ke semua pelanggan bahwa kendaraan mereka tidak ada masalah," ujar Martin seperti dikutip Reuters, Rabu (17/3/2010).

Jika dirinci dari 412.000 mobil itu terdiri dari 344.000 Odyssey dan 68.000 Element model tahun 2007 dan 2008 yang akan terkena dampak recall Honda kali ini.

Honda sendiri mengakui ada masalah di perangkat yang digunakan pada sistem kontrol stabilitas elektronik, yang secara selektif menjaga rem masing-masing roda untuk berfungsi selama situasi darurat.

Untuk memperbaiki hal tersebut, teknisi Honda kemungkinan akan menggunakan penutup plastik dan sealant pada dua lubang di rem untuk menghentikan aliran udara masuk pada rem tersebut.
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads