Toyota RAV4 Naas Tidak Masuk Wajib Recall

Toyota RAV4 Naas Tidak Masuk Wajib Recall

- detikOto
Senin, 15 Mar 2010 09:55 WIB
Toyota RAV4 Naas Tidak Masuk Wajib Recall
Jakarta - Mobil Toyota RAV4 yang mengalami insiden naas beberapa minggu lalu di Kuningan, Jakarta Selatan dipastikan merupakan mobil produksi tahun 2006 dan bukan 2009.

Data itu sesuai dengan data TMC Polda Metro (15/3/2010). Mobil tersebut berpenggerak 2WD dengan kapasitas mesin 2.400 cc bensin berkelir hitam dengan berpelat nomor B 8095 NL.

Nama pemilik awal mobil yang harganya ditaksir sekitar Rp 300 juta hingga Rp 350 juta itu berinisial LH dan berdomisili di Taman Ratu, Jakarta Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Data itu valid jadi mobil bukan buatan 2009 tapi 2006," ujar salah satu staf Kepolisian Satlantas yang tidak ingin disebutkan namanya. Sebelumnya Kepala Seksi Kecelakaan Lalulintas Direktorat Lalulintas Polda Metro Kompol Herman Ruswandi menuturkan mobil RAV4 naas itu merupakan mobil tahun 2009.

Bila memang mobil tersebut keluaran 2006 berarti tidak termasuk mobil Toyota RAV4 yang di-recall di pasar global seperti Amerika Serikat dan China.

Sebab kebanyakan mobil Toyota RAV4 yang di-recall adalah mobil tahun 2009 berkapasitas 2.400 cc yang mengalami masalah pada pedal gas.

Menanggapi hal itu Marketing Direktur PT Ayun Jaya Denny Soewarno yang merupakan salah satu importir mobil CBU mengatakan sebaiknya jangan mengambil kesimpulan yang terlalu dini.

"Kita tunggu hasil penyidikan dari kepolisian dulu," ucap Denny.

Menurut dia penyebab kecelakaan bisa saja kelalaian pemilik mobil yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, karena kurang merawat mobil secara intens.

Jika berkaca dengan mobil di Jepang dan Singapura, ketika mobil beranjak usia 5 tahun sudah siap-siap dibuang karena sudah banyak yang rusak.

"Jika mobil buatan 2006 berarti hampir 5 tahun. Sangat sebanding dengan kondisi mobil di Jepang atau Singapura yang seharusnya mobil seumur itu harus dibuang karena pembaruan. Nah ditambah dengan kurang perawatan lagi, tambah parah itu,"
ucap Denny.

Untuk itu lanjutnya pemilik seharusnya merawat kendaraannya dengan baik.

"Bengkel Importir Umum sudah banyak, bahkan bisa ke bengkel resmi milik Toyota-Astra Motor," cetusnya.

Sementara itu PT Toyota-Astra Motor mengaku bersedia membantu pihak kepolisian dalam menyelidiki kecelakaan Toyota RAV4.

Namun, karena tidak menjual secara resmi RAV4, informasi yang bisa diberikan oleh TAM tentu terbatas.

"Ketika dimintai teknis mendalam maaf saja kalau kita tidak bisa membantu banyak karena kita tidak jual langsung mobil tersebut. Kita tidak bisa memberikan informasi secara mendetil," ujar Marketing and Communication Manager PT Toyota-Astra Motor Achmad Rizal.




(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads