Apa yang kurang dari sedan sport Mazda RX8? Ddesain maupun kandungan mesinnya sudah sangat mumpuni. Tapi di Singapura, ternyata ada pemilik mobil sport Mazda RX8 yang menganggap tampilan mobilnya kurang sporti.Karenanya, ia pun menyulap Mazda RX8 miliknya sehingga menjadi supercar eksotif Lamborgini. Tujuannya adalah untuk membuat RX-8 Coupe yang benar-benar unik dengan desain ramping yang tidak pasaran.
J's Artworks sebagai bengkel yang kebagian jatah untuk menggarapnya. Mereka
awalnya menolak, ketika sang pemilik tidak punya uang, namun karena bos J's
Artworks menyukai gagasannya, akhirnya dikerjakan juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berhubung si pemilik benar-benar menyukai Lamborghini Reventon, sehingga membuat ia memutuskan untuk megadopsi side skirt kepunyaan super car eksotik asal Italia tersebut.
Selanjutnya, tantangan terbesar ada pada ubahan bumper depan. Nakamura Factory Racing dipilih untuk menggarap desain bumper depan RX8 ini agar tidak hanya seperti Lamborghini, tapi juga tentunya lebih eye catching.
Jadi dengan side skirt Lamborghini Reventon, J's Artworks menyarankan pemilik RX8 tersebut untuk melebarkan bodi mobilnya, meskipun terlihat tidak baik, karena sang pemilik sering menggunakan RX8 di sirkuit.
"Aku ingin mobil tidak hanya untuk terlihat bagus, tetapi juga dapat diandalkan," ujar sang pemilik RX8, seperti dilansir dari Carscoop, Senin (22/2/2010).
Dalam pengerjaannya, banyak perencanaan, percobaan, kesalahan, dan kemunduran yang ditemui di sepanjang prosesnya.
Pertama-tama, ia ingin memastikan bahwa FRP, dempul, dan bagian-bagian lain yang akan ditambahkan pada RX8 tersebut harus dalam jumlah yang tepat sehingga tidak ada beban yang tidak perlu akan memberatkan mobil.
Bodi sudah melar, tentunya harus diiringi dengan pengaplikasian ban yang
mendukung. sehingga ban 245/35 R19 dipilih untuk semakin mendukung tampilannya, meski tetap harus menyematkan spacer di bagian buritannya.
Dan ternyata, tidak mudah untuk mencari PCM yang sesuai dengan keinginan, sampai akhirnya menggunakan PCM dari BMW, sebuah spacer yang tipis dan ringkas seperti yang diinginkan.
Begitu juga pada sektor pengalir udara luar ke mesin. Pemiliknya ingin memiliki bonet yang ramping, juga memasang ventilasi besar pada bumper depan, sehingga panas akan keluar melalui sebuah lubang yang dibuat dibelakang kap mesin.
Sementara warna hitam menjadi pilihan sang pemilik, meskipun masukan dari bos bengkel yang mengatakan, kalau tetap menggunakan warna hitam, lekuk dan garis tegas pada RX8 Lamborghini miliknya tidak akan terlihat jelas.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya kedua pihak tersebut mengambil jalan tengah, dengan memilih warna hitam yang tidak mengkilap, maka Matte lah solusinya, sehingga dipilihlah F-22 Color.
Bisa dilihat hasilnya, cukup menantang bukan?
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi