Karenanya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebagai asosiasi yang menaungi para pelaku industri otomotif tersebut akan jalan-jalan ke daerah-daerah guna mendiskusikan hal tersebut.
Ketua Umum Gaikindo yang baru, Sudirman MR coba angkat komentar. Menurutnya, rencana kenaikan pajak tersebut kebijakannya ditentukan oleh tiap-tiap pemerintah daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman pun menambahkan, berbagai masukan dan saran dari Gaikindo terkait dengan rencana kenaikan pajak kendaraan tersebut bisa berguna untuk menjembatani antara pemerintah daerah dan para pelaku industri otomotif di tanah air.
"Kita juga akan bantu evaluasi dalam 2 atau 3 bulan kedepan, dengan mengunjungi tiap-tiap daerah yang memiliki potensi perkembangan industri otomotif," tambah Sudirman.
Sehingga, kalaupun pajak kendaraan bermotor serta biaya balik nama tersebut harus dinaikkan, hendaknya tidak sampai mempengaruhi harga jual yang bakal ikut naik, sehingga tidak memberatkan masyarakat untuk membeli kendaraan.
"Kita akan duduk bersama dengan pemerintah dan membahas serta mengevaluasi kenaikan pajak-pajak kendaraan tersebut," ujarnya.
Menurutnya regulasi-regulasi yang direncanakan pemerintah terhadap pajak kendaraan akan sangat membatasi volume penjualan mobil.
Oleh sebab itu Gaikindo berharap kepada pemerintah untuk memberikan putusan yang tidak memberatkan ATPM-ATPM dalam negeri.
"Kita akan me-review kembali agar kondisi penjualan mobil tetap maju di dalam negeri dan market pun tetap besar," cetusnya. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit
Prabowo Minta Pindad Bikin Mobil Presiden Khusus buat Sapa Rakyat